Ribuan Warga RD Kongo Melarikan Diri Akibat Konflik Makin Memanas

Kamis, 22 Okt 2026, 16:59 WIB

JENEWA - Badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (21/10) menyebutkan bahwa meningkatnya kekerasan di Republik Demokratik (RD) Kongo bagian tenggara telah memaksa ribuan orang meninggalkan rumah mereka sejak Agustus 2026.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan bahwa mitra-mitranya melaporkan bahwa hampir 12.000 orang mengungsi dari wilayah Nambya di Provinsi Haut-Lomami menuju wilayah Mitwaba di Provinsi Haut-Katanga pada Senin (19/10).

Ket. Foto: — Sumber: UNICEF

Pernyataan itu disampaikan menyusul serangan yang dilaporkan menewaskan dua warga sipil, melukai sejumlah orang lainnya, dan menyebabkan penculikan.

OCHA mengatakan keluarga-keluarga yang baru mengungsi itu bergabung dengan sekitar 14.500 orang lainnya yang telah menyelamatkan diri dari serangan serupa sebelumnya pada bulan ini.

Kedatangan para pengungsi baru tersebut menambah tekanan pada masyarakat yang menampung mereka dan meningkatkan kebutuhan kemanusiaan, terutama untuk perlindungan, tempat tinggal, makanan, layanan kesehatan, air, dan sanitasi.

Kantor PBB tersebut memperingatkan bahwa kekerasan lebih lanjut dapat memaksa makin banyak keluarga mengungsi dan membuat para pekerja kemanusiaan makin sulit menjangkau orang-orang yang membutuhkan.

OCHA kembali menyerukan semua pihak untuk melindungi warga sipil, menghormati hukum humaniter internasional, serta memastikan akses kemanusiaan yang aman, berkelanjutan, dan tanpa hambatan bagi orang-orang yang membutuhkan. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.