Menkomdigi Meutya Hafid Cek Kesiapan Jaringan Telekomunikasi MotoGP Mandalika 2026

Jumat, 09 Okt 2026, 02:40 WIB

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid meninjau langsung kesiapan infrastruktur telekomunikasi dan pengamanan lebih dari 250 spektrum frekuensi radio untuk mendukung penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia MotoGP 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat. 

Pertamina Grand Prix of Indonesia MotoGP 2026, yang dijadwalkan berlangsung tanggal 9 sampai 11 Oktober 2026, diperkirakan disaksikan oleh sekitar 200 ribu penonton.

Ket. Foto: Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengecek penyiapan layanan telekomunikasi menjelang MotoGP 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kamis (8/10/2026). — Sumber: ANTARA/HO-Kementerian Komunikasi dan Digital

"Kami ingin memastikan seluruh sistem tersebut siap mendukung kelancaran balapan," kata Meutya saat meninjau penyiapan layanan telekomunikasi di Sirkuit Mandalika, Kamis (8/10).

Menkomdigi antara lain mengecek penguatan jaringan seluler melalui empat base transceiver station (BTS) bergerak serta pengawasan penggunaan spektrum frekuensi radio yang menjadi penopang komunikasi selama penyelenggaraan balapan di Sirkuit Mandalika.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengamankan lebih dari 250 frekuensi radio untuk mendukung berbagai aktivitas selama pelaksanaan MotoGP, mulai dari komunikasi tim balap, pengamanan balapan, sampai penyiaran balapan.

"Ajang internasional seperti MotoGP membutuhkan dukungan komunikasi yang andal. Mulai dari keselamatan pembalap, koordinasi penyelenggara, hingga penyiaran ke berbagai negara, semuanya bergantung pada pengelolaan frekuensi yang baik," katanya.

Oleh karena itu, ia melanjutkan, pengawasan spektrum frekuensi dilakukan agar sistem-sistem komunikasi dapat beroperasi secara bersamaan tanpa saling mengganggu.

Kepada Menkomdigi, Pengendali Frekuensi Radio Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR) Mataram Herlin Kurnia Wulandari menyampaikan bahwa Balmon SFR Mataram telah mempersiapkan pengawasan penggunaan frekuensi dan mengantisipasi potensi gangguan komunikasi selama balapan.

Menkomdigi mengatakan bahwa pengelolaan pemanfaatan frekuensi radio dalam penyelenggaraan acara sebesar MotoGP sangat kompleks.

"Ada berbagai sistem komunikasi yang harus bekerja secara bersamaan tanpa saling mengganggu. Di saat yang sama, jaringan seluler juga harus mampu melayani kebutuhan pengunjung," katanya.

Menkomdigi berkoordinasi dengan Technical Senior Manager MotoGP Noemí Lacasa Ruiz, Pelaksana Tugas Direktur Utama ITDC Ahmad Fajar, serta jajaran Mandalika Grand Prix Association (MGPA) untuk memastikan kesiapan sistem komunikasi menjelang pelaksanaan MotoGP 2026.

Dia juga menyapa dua pembalap Indonesia yang akan berlaga di MotoGP Mandalika 2026, yakni Veda Ega Pratama di kelas Moto3 dan Mario Suryo Aji di kelas Moto2.

"Senang sekali bisa bertemu langsung dengan Veda dan Mario yang akan membawa nama Indonesia di hadapan penonton dunia. Semoga keduanya dapat tampil maksimal, menjaga keselamatan, dan memberikan hasil terbaik," katanya.

Ia menyampaikan bahwa Kemkomdigi akan terus melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada masalah layanan telekomunikasi selama penyelenggaraan MotoGP.

"Kami ingin memastikan balapan berlangsung aman, seluruh sistem komunikasi bekerja dengan baik, dan masyarakat dapat menikmati MotoGP Mandalika dengan nyaman," kata Meutya.

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.