Penting! Tips Menghindari Penipuan Berkedok Rekrutmen Untuk Para Jobseekers
📅 Kamis, 22 Okt 2026, 16:25 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Maraknya penipuan berkedok rekrutmen kerja membuat para pencari kerja atau jobseeker perlu semakin waspada saat mencari peluang karier di era digital. Pelaku penipuan kini memanfaatkan nama perusahaan besar hingga identitas figur publik untuk mencuri data pribadi maupun meminta uang dari calon korban.
Direktur Human Capital PT Pegadaian, Tribuana Tunggadewi, mengingatkan masyarakat agar lebih teliti dalam memeriksa informasi lowongan pekerjaan, terutama yang mengatasnamakan Pegadaian. Ia juga membagikan enam tips untuk membantu para pencari kerja mengenali modus rekrutmen palsu sebelum terlanjur menjadi korban.
Salah satu modus yang perlu diwaspadai adalah surat panggilan wawancara yang meminta pelamar membeli tiket perjalanan atau memesan akomodasi melalui agen perjalanan tertentu. Pelaku biasanya menjanjikan penggantian biaya atau reimbursement agar calon korban bersedia mentransfer uang terlebih dahulu.
"Modus penipuan rekrutmen saat ini kian beragam. Salah satu yang paling sering dijumpai adalah pengiriman surat panggilan wawancara di kantor Pegadaian yang mewajibkan pelamar membeli tiket transportasi atau akomodasi melalui agen travel tertentu dengan iming-iming penggantian biaya (reimbursement), hingga pendaftaran wawancara daring via aplikasi rapat daring yang meminta transfer sejumlah uang. Kami tegaskan bahwa PT Pegadaian (Persero) tidak pernah memungut biaya apapun selama proses seleksi, tidak pernah bekerja sama dengan agen travel mana pun, dan tidak pernah membebankan biaya akomodasi kepada calon pelamar," tegas Dewi.
Pegadaian mengimbau para pencari kerja untuk memeriksa keabsahan informasi rekrutmen melalui saluran komunikasi resmi perusahaan. Informasi lowongan kerja Pegadaian dapat dipantau melalui situs web pegadaian.co.id, akun LinkedIn PT Pegadaian, serta Instagram @pegadaian_id.
Sebaiknya Anda baca juga:
1. Periksa Sumber Informasi Lowongan Kerja
Langkah pertama untuk menghindari penipuan adalah memastikan informasi lowongan berasal dari sumber yang dapat dipercaya. Perusahaan profesional umumnya mengumumkan rekrutmen melalui situs web, akun media sosial resmi, atau alamat email dengan domain perusahaan yang sesuai.
Pelamar sebaiknya tidak langsung mempercayai informasi yang hanya beredar melalui pesan berantai atau akun yang tidak jelas identitasnya. Periksa kembali alamat situs, nama akun, dan domain email pengirim untuk memastikan informasi tersebut benar-benar berasal dari perusahaan yang bersangkutan.
2. Jangan Transfer Uang untuk Proses Rekrutmen
Permintaan uang dengan alasan biaya administrasi, tiket pesawat, penginapan, atau biaya wawancara merupakan salah satu modus yang perlu diwaspadai. Pelaku kerap menjanjikan pengembalian dana setelah seleksi selesai agar calon korban merasa aman untuk melakukan pembayaran.
Pegadaian menegaskan bahwa perusahaan tidak memungut biaya selama proses seleksi dan tidak membebankan biaya akomodasi kepada pelamar. Karena itu, pencari kerja perlu menghentikan proses apabila diminta mentransfer uang sebagai syarat mengikuti tahapan rekrutmen yang mengatasnamakan Pegadaian.
3. Teliti Surat Panggilan dan Identitas Perusahaan
Dokumen rekrutmen perlu diperiksa secara cermat, mulai dari tata bahasa, penulisan, hingga penggunaan logo perusahaan. Kesalahan ketik yang berlebihan, format surat yang tidak rapi, logo dengan warna atau bentuk yang tidak sesuai, serta penggunaan foto seragam lama dapat menjadi tanda yang patut dicurigai.
Meski demikian, tampilan dokumen saja tidak cukup untuk memastikan sebuah lowongan benar atau palsu. Pelamar tetap perlu mencocokkan informasi dalam surat panggilan dengan pengumuman di kanal resmi perusahaan sebelum memberikan data pribadi atau mengikuti instruksi lebih lanjut.
4. Verifikasi Alamat dan Nomor Kontak
Calon pelamar disarankan memeriksa alamat kantor yang tercantum dalam informasi rekrutmen melalui Google Maps atau sumber tepercaya lainnya. Langkah ini membantu mengidentifikasi alamat yang tidak jelas atau berpotensi fiktif.
Nomor telepon yang menghubungi pelamar juga perlu diperiksa sebelum komunikasi dilanjutkan. Aplikasi identifikasi nomor dapat digunakan sebagai pemeriksaan awal, tetapi hasilnya tetap perlu dikonfirmasi melalui saluran resmi perusahaan karena identitas nomor telepon bisa saja tidak akurat.
5. Waspadai Tawaran Gaji yang Tidak Masuk Akal
Tawaran gaji yang jauh di atas kisaran umum untuk posisi dengan persyaratan pengalaman minimal patut dicermati. Pelaku penipuan kerap menggunakan iming-iming penghasilan besar untuk menarik perhatian dan membuat pencari kerja mengabaikan pemeriksaan terhadap informasi lowongan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!