Formula 1: FIA Pertahankan Perbaikan Software Sepang jika GP Singapura Diguyur Hujan

Jumat, 09 Okt 2026, 06:00 WIB

SINGAPURA — Formula 1 akan tetap menggunakan perbaikan perangkat lunak power unit yang diterapkan secara mendadak di Sepang, Malaysia, jika kondisi basah kembali terjadi pada Grand Prix Singapura akhir pekan ini. Keputusan tersebut disampaikan Federasi Automobil Internasional (FIA), Kamis (8/10).

Perbaikan itu diterapkan setelah insiden yang terjadi pada balapan di Sepang akhir pekan lalu. Hujan deras membuat start Grand Prix Bahrain, yang digelar di Malaysia karena perang Iran dan situasi di Timur Tengah, harus dibatalkan. Namun, persoalan baru muncul ketika sejumlah mobil melambat hingga nyaris berhenti dalam dua lap formasi.

Ket. Foto: Ilustrasi balapan Formula 1 Singapura. — Sumber: Formula 1

FIA kemudian melakukan investigasi dan menemukan bahwa masalah tersebut dipicu oleh bug pada perangkat lunak. Pada kondisi tertentu, mobil yang menggunakan putaran mesin rendah mengalami kehilangan tenaga lebih besar dari yang dirancang dan tenaga tersebut tidak dapat dipulihkan ketika berada di sektor tertentu lintasan.

Setelah melakukan peninjauan, FIA menyimpulkan konfigurasi yang digunakan untuk balapan di Sepang akan kembali diberlakukan di Singapura apabila kondisi cuaca serupa diperkirakan terjadi.

"Sebagai hasilnya, konfigurasi yang ditetapkan untuk ajang Sepang akan digunakan kembali untuk Grand Prix Singapura apabila kondisi cuaca serupa diperkirakan terjadi," demikian pernyataan FIA.

Namun, perbaikan tersebut hanya bersifat sementara. FIA memastikan pembaruan lanjutan untuk perangkat lunak dalam kondisi basah akan dirilis sebelum Grand Prix Amerika Serikat pada 25 Oktober.

GP Singapura tahun ini juga menghadirkan agenda berbeda. Untuk pertama kalinya, Marina Bay menjadi tuan rumah sprint race yang digelar Sabtu, sebelum balapan utama berlangsung pada Minggu malam di bawah sorotan lampu.

Selain kemungkinan hujan, para pembalap juga harus menghadapi tantangan panas ekstrem.

FIA telah menetapkan status heat hazard untuk akhir pekan balapan. Suhu diperkirakan melewati 31 derajat Celsius sehingga tim diwajibkan memasang sistem pendingin pembalap, seperti rompi yang menggunakan cairan pendingin.

Meski demikian, pembalap tidak diwajibkan menggunakan sistem tersebut saat balapan. Mereka dapat memilih tidak memakainya dengan konsekuensi menerima penalti berupa tambahan bobot pada mobil.

Kondisi panas dan kelembapan tinggi memang menjadi tantangan khas Marina Bay, terlebih balapan digelar malam hari tetapi tetap berlangsung dalam kondisi lingkungan yang berat bagi fisik pembalap.

Investigasi terhadap insiden Sepang juga menghasilkan rekomendasi agar pengujian perangkat lunak dilakukan lebih ketat untuk memastikan sistem bekerja sekuat mungkin dalam berbagai kondisi.

FIA mengatakan akan bekerja sama dengan tim dan para produsen power unit untuk meningkatkan proses tersebut.

Sebelumnya, Direktur FIA Single-Seater Nikolas Tombazis menyebut minimnya pengujian pramusim dalam kondisi basah turut berperan dalam munculnya persoalan di Sepang. Balapan di Malaysia merupakan start basah pertama musim ini.

Namun, FIA kemudian memberikan klarifikasi bahwa perangkat lunak tersebut sebenarnya telah melalui proses simulasi sebelum diterapkan.

" Sebelum diterapkan, tim dan produsen power unit melakukan simulasi untuk memvalidasi paket perangkat lunak tersebut. Setelah itu, sistem diuji dalam kondisi berkendara penuh pada sesi latihan bebas pertama di Grand Prix Belgia dan Grand Prix Belanda," kata FIA.

Dengan demikian, investigasi tidak hanya diarahkan pada proses pengujian, tetapi juga bagaimana perangkat lunak tersebut bekerja dalam kondisi nyata yang belum sepenuhnya terantisipasi.

FIA juga merilis kronologi lengkap insiden di Sepang. Prosedur start dihentikan pada pukul 15.45 waktu setempat. Hanya dalam waktu lima menit, penyebab masalah berhasil diidentifikasi.

Tim kemudian mendapatkan panduan teknis dan penjelasan mengenai cara memasang serta mengoperasikan konfigurasi perangkat lunak yang telah diperbarui pada pukul 16.03.

Proses integrasi selesai pada pukul 16.20. Mobil-mobil kemudian kembali meninggalkan pit lane pada pukul 16.33.

Kecepatan respons tersebut membuat persoalan dapat diatasi sebelum balapan kembali dilanjutkan. Namun, FIA tetap menganggap insiden tersebut sebagai pelajaran penting untuk mencegah masalah serupa terulang.

Para pembalap juga diperkirakan akan membahas insiden tersebut bersama FIA selama akhir pekan GP Singapura.

Pembalap Cadillac asal Meksiko, Sergio Perez, menilai kejadian di Sepang harus menjadi bahan evaluasi seluruh pihak. "Ini sesuatu yang harus kami pelajari dan memastikan hal tersebut tidak terjadi lagi," kata Perez.

Dengan kemungkinan hujan yang tetap terbuka di Singapura, perhatian kini tertuju pada bagaimana sistem yang telah diperbaiki tersebut bekerja dalam kondisi balapan sebenarnya. Setelah insiden Sepang, FIA tentu tidak ingin persoalan perangkat lunak kembali menjadi drama utama di lintasan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.