Kabut Asap Picu Lonjakan ISPA, Dinkes Riau Pastikan Kesiapan Medis Puskesmas dan RS

Kamis, 22 Okt 2026, 12:43 WIB

Pekanbaru – Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau memastikan fasilitas kesehatan seperti pusat kesehatan masyarakat masih sanggup menampung dan melayani para pasien kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di daerah terdampak kabut asap secara maksimal

Kepala Dinkes Riau, Zulkifli, mengatakan pihaknya terus menggalakkan pembagian masker gratis dan kampanye edukasi kesehatan kepada masyarakat. Pemerintah daerah juga menyalurkan makanan tambahan bagi ibu hamil serta balita terdampak, sembari menyiagakan oksigen konsentrator di puskesmas.

Ket. Foto: Ilustrasi Dinkes Pekanbaru membagikan masker gratis kepada masyarakat yang terdampak kabut asap. — Sumber: ANTARA

"Tim Medis Darurat (Emergency Medical Team) di setiap puskesmas telah diaktifkan penuh untuk mengantisipasi gejolak lonjakan pasien secara mendadak,” katanya di Pekanbaru, Kamis (22/10).

Hingga saat ini, pihaknya mencatat ada 35.910 masyarakat Riau terpapar ISPA yang tersebar di 12 kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut Kota Pekanbaru menjadi daerah dengan kasus tertinggi, yaitu 10.020 kasus.

Disusul Kabupaten Kampar 4.830 kasus, Bengkalis (4.382), Kota Dumai (3.413), Siak (3.675), Pelalawan (2.227), Kuantan Singingi (1.355), Indragiri Hulu (1.810), Kepulauan Meranti (2.816), Rokan Hulu (987), Rokan Hilir (311), dan Indragiri Hilir (84).

Dinkes Riau, lanjutnya, juga mendirikan posko darurat yang dilengkapi rumah oksigen dan tempat tidur medis untuk penanganan kritis. Langkah darurat ini juga melibatkan akademisi perguruan tinggi serta organisasi profesi kesehatan untuk mendistribusikan masker kepada para pengguna jalan.

"Tenaga kesehatan di faskes kita minta untuk segera melaporkan dan memantau kasus kejadian penyakit yang diakibatkan oleh asap seperti ISPA, iritasi mata, pneumonia, iritasi kulit dan asma ke Dinkes Kabupaten/Kota," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum Arifin Achmad, Yusi Prastiningsih mengatakan untuk kasus ISPA tersebut hingga saat ini tidak ada yang sampai di rawat inap. Para pasien penderita ISPA tersebut hanya melakukan pengobatan di puskesmas hingga rumah sakit tipe C.

“Untuk kasus ISPA, masyarakat hanya berobat di puskesmas dan rumah sakit tipe C, tidak sampai ke RSUD,” katanya.

  • Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
  • Dinkes Riau

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.