Alberta Gagal Merdeka, Warga Pilih Tetap Bersama Kanada

Rabu, 21 Okt 2026, 17:19 WIB

EDMONTON - Mayoritas warga provinsi Alberta di Kanada menolak rencana referendum kemerdekaan yang mengikat, demikian hasil yang diumumkan pada Selasa (20/10), sebuah kemenangan bagi persatuan Kanada di tengah memburuknya hubungan negara tersebut dengan Amerika Serikat (AS).

Lembaga penyiaran publik CBC dan jaringan televisi swasta terkemuka CTV memproyeksikan kemenangan telak bagi kubu federalis, dengan hasil resmi menunjukkan lebih dari 76 persen dukungan agar Alberta tetap menjadi bagian dari Kanada, berdasarkan penghitungan hampir 45 persen surat suara.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/CBC

Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney menyambut baik hasil tersebut dan mengatakan warga Alberta telah membuat “pilihan yang jelas” demi persatuan.

“Mereka memilih persatuan, untuk membangun bersama, dan saling menjaga,” katanya dalam sebuah pernyataan di X.

Carney, yang dibesarkan di Alberta, mendesak provinsi tersebut untuk menolak separatisme dan berpendapat bahwa Kanada membutuhkan stabilitas saat menghadapi perang dagang serta ancaman aneksasi dari Presiden AS Donald Trump.

Suasana muram menyelimuti restoran di ibu kota provinsi Edmonton, tempat sebuah kelompok separatis terkemuka menyaksikan penghitungan suara.

Jeffrey Rath, salah satu pemimpin utama kelompok separatis Alberta Prosperity Project, mengatakan kepada wartawan bahwa upayanya untuk mencapai kemerdekaan akan “pasti” berlanjut, terlepas dari hasil pemungutan suara pada hari Senin (19/10).

“Sejauh yang saya ketahui, kami sudah menang. Kami telah menciptakan gerakan besar-besaran di provinsi ini,” kata Rath.

Gubernur Alberta Danielle Smith, seorang tokoh konservatif yang menentang kemerdekaan, memuji “dukungan luas untuk tetap berada di Kanada” pada Selasa (20/10).

Smith, yang menginisiasi referendum tersebut, mengatakan bahwa kemenangan kubu federalis akan menyelesaikan masalah pemisahan diri yang telah memecah belah provinsi tersebut.

Thomas Lukaszuk, pemimpin kelompok pro-persatuan Forever Canadian, mengatakan bahwa “sungguh luar biasa melihat antusiasme dan tekad di kalangan warga Kanada.”

Alberta memiliki cadangan minyak terbukti terbesar keempat di dunia, dan sebagian besar momentum separatis didorong oleh kemarahan atas pengelolaan industri minyak.

Smith menyalahkan pendahulu PM Carney, Justin Trudeau, karena memicu api separatis, dengan menuduhnya berusaha menghentikan produksi minyak demi memajukan agenda pro-iklimnya.

Upaya kemerdekaan Alberta juga telah menarik minat yang berkelanjutan dari para sekutu Trump. AFP

  • Mark Carney
  • canada
  • alberta

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.