Trump Kaji Dampak Sanksi Russia di Tengah Gejolak Energi

Senin, 19 Okt 2026, 01:00 WIB

WASHINGTON DC – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio mengatakan pada Sabtu (17/10) bahwa keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mencabut sanksi dan tarif terhadap Russia akan memberikan waktu 60 hari bagi pemerintah untuk menganalisis dampaknya terhadap perekonomian global.

"Presiden ingin menggunakan jangka waktu 60 hari untuk menganalisis apa arti penerapan sanksi dan tarif bagi perekonomian global dan bahkan bagi perekonomian AS," kata Rubio. Ia menegaskan bahwa pembatasan ekonomi tersebut melibatkan sejumlah negara, bukan hanya Russia.

Ket. Foto: Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio. — Sumber: afp

Menurut Rubio, berbagai konflik di dunia turut memengaruhi harga energi global, termasuk perang AS terhadap Iran dan serangan kelompok Houthi Yaman terhadap Arab Saudi.

"Konflik-konflik di seluruh dunia ini mulai saling bertabrakan, dan hal ini berdampak tidak hanya pada harga minyak dan solar global tetapi juga pada perekonomian," ujarnya.

Trump menyatakan keputusannya akan menguntungkan AS, meskipun belum jelas apakah ia telah menetapkan kebijakan tersebut secara final.

"Kita akan menemukan solusinya, dan Anda juga akan menemukan solusinya," kata Trump. "Ini keputusan yang sangat baik, dan ini akan menjadi keputusan yang baik untuk negara ini, dan saya pikir juga baik untuk dunia."

Keputusan Trump menuai kritik dari sejumlah politikus di AS. Pada Jumat (16/10), ia menandatangani perintah eksekutif yang mengecualikan Russia dari sanksi dan tarif yang sebelumnya disahkan Kongres pada September.

Undang-undang tersebut, yang juga ditandatangani Trump, mencakup sanksi terhadap pejabat Russia, oligarki, dan lembaga keuangan. Aturan itu juga memberikan kewenangan kepada presiden untuk menjatuhkan sanksi kepada pembeli utama minyak dan gas Russia.

Kebijakan tersebut awalnya dirancang untuk memutus sumber pendanaan bagi pendukung Presiden Russia Vladimir Putin dan perang Russia terhadap Ukraina. Namun, Trump mengecualikan Russia dari pembatasan ekonomi itu dua hari sebelum aturan tersebut mulai berlaku.

Senator Partai Republik Thom Tillis mengkritik keputusan tersebut melalui unggahan di platform X.

"Sangat tidak bertanggung jawab," tulis Tillis, yang dikenal sebagai salah satu pengkritik Trump dan dijadwalkan mengakhiri masa jabatannya pada Januari.

"Jika Presiden benar-benar ingin menurunkan harga energi, dia bisa melakukannya dengan menyelesaikan masalah Iran, bukan dengan memberikan dukungan kepada Vladimir Putin," katanya.

Manfaat Ekonomi

Kenaikan harga solar akibat perang Iran mulai berdampak pada perekonomian AS. Biaya hidup juga menjadi salah satu perhatian utama pemilih menjelang pemilihan paruh waktu yang dijadwalkan berlangsung bulan depan.

Rubio mengatakan solar Russia tetap akan memasuki pasar global, sehingga pelonggaran sanksi dinilai dapat memengaruhi besarnya manfaat ekonomi yang diperoleh AS.

  • Kebijakan AS

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP, Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.