Edukasi Pencegahan Tuberkulosis di Lingkungan Sekolah di Ambon
Senin, 19 Okt 2026, 22:17 WIBAmbon - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Maluku menggencarkan edukasi pencegahan tuberkulosis (Tb) di lingkungan sekolah di Kota Ambon untuk meningkatkan kesadaran pelajar terhadap bahaya penularan penyakit tersebut sekaligus mendorong deteksi dini.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku dr. Elna Anakotta di Ambon, Senin, mengatakan edukasi kepada pelajar menjadi bagian penting dalam upaya memperluas pengetahuan masyarakat tentang Tb mulai dari gejala, cara penularan, hingga pentingnya pemeriksaan dan pengobatan sejak dini.
âBukan cuma penemuan kasus yang ingin kami sasar, tetapi bagaimana penanggulangan, pengobatan dan pencegahan kepada anak-anak itu karena mereka adalah generasi bangsa,â kata dia.
Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi Tb oleh Klinik Utama Lawamena Bhakti Kesehatan Provinsi Maluku di SMA Negeri 11 Ambon. Kegiatan itu menyasar sekitar 200 siswa kelas XI untuk meningkatkan pemahaman mengenai bahaya TBC dan langkah-langkah pencegahannya.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa diberikan pemahaman mengenai gejala Tb yang perlu diwaspadai, mekanisme penularan, serta pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Kadis mengatakan, penanggulangan Tb pada anak membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga keluarga, sekolah, pemerintah daerah, serta masyarakat.
Pasalnya berdasarkan data penanggulangan Tb di Maluku, pada 2025 dari target penemuan 1.793 kasus TBC anak, baru 494 kasus atau sekitar 27,6 persen yang berhasil ditemukan.
Sementara itu, pada 2026, dari target penemuan 1.488 kasus Tb anak, sebanyak 310 anak telah ditemukan atau sekitar 20,8 persen.
Data tersebut menunjukkan masih besarnya tantangan dalam menjangkau anak-anak yang diduga menderita Tb agar dapat menjalani pemeriksaan dan memperoleh penanganan secara tepat waktu.
Menurut Elna, upaya memperluas penemuan kasus harus disertai kepastian bahwa anak yang teridentifikasi mendapatkan pengobatan secara berkelanjutan serta pencegahan bagi kontak erat yang memenuhi kriteria.
Tantangan geografis Maluku sebagai provinsi kepulauan juga memengaruhi jangkauan pelayanan kesehatan, terutama terkait jarak antarpulau, transportasi, ketersediaan tenaga kesehatan, dan fasilitas diagnosis.
Karena itu, penguatan edukasi di sekolah menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap Tb sekaligus mendorong siswa dan keluarga agar tidak mengabaikan gejala yang mengarah pada penyakit tersebut.
Selain deteksi dini dan pengobatan, Dinkes Maluku juga mendorong perlindungan terhadap anak penderita Tb dari stigma dan diskriminasi agar mereka tetap memperoleh hak yang sama untuk belajar, bermain, dan tumbuh sehat.
âMelalui keterlibatan sekolah, keluarga, tenaga kesehatan, dan masyarakat, upaya penanggulangan Tb diharapkan dapat menjangkau lebih banyak anak, meningkatkan penemuan kasus, serta menekan risiko penularan di lingkungan keluarga dan sekolah,â katanya.
- tuberkulosis
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
H-2 Lebaran, Pasaman Barat Mulai Dipadati Pemudik
-
Pemerintah RI Amankan Pelintasan Kapal di Selat Hormuz, Fokus Keselamatan dan Pasokan Energi Nasional
-
BRIN Kembangkan Riset Monitoring Real Time Cegah Kecelakaan Kereta
-
Demi Gelar Juara, Timnas Indonesia Harus Berikan Segalanya saat Lawan Thailand
-
Kasus tuberkolosis di Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.