Bupati Kotawaringin Timur Perintahkan Pendataan agar Distribusi Air Bersih Tepat Sasaran

Senin, 19 Okt 2026, 13:48 WIB

SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Halikinnor, memerintahkan seluruh camat, lurah dan kepala desa mendata dengan baik kebutuhan air bersih di wilayah masing-masing agar penyaluran bantuan kepada masyarakat tepat sasaran.

"Kita harus mengetahui wilayah yang mengalami kesulitan air dan jumlah kebutuhan di lapangan, sehingga langkah penanganan dan penyaluran bisa dilakukan secara tepat sasaran,” kata Halikinnor di Sampit, Senin (19/10).

Ket. Foto: Bupati Kotim Halikinnor. — Sumber: ANTARA

Kemarau panjang memicu kekeringan dan kesulitan air bersih, masih terjadi hingga saat ini. Tidak hanya di wilayah selatan yang merupakan kawasan pesisir, kesulitan air bersih kini meluas hingga wilayah Kota Sampit, khususnya Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Masyarakat harus membeli air minum di tempat-tempat pengisian air isi ulang yang sumber airnya berasal dari air tanah atau sumur bor. Hal itu lantaran air yang disalurkan Perumdam Tirta Mentaya kepada pelanggan di wilayah itu juga mulai payau akibat Sungai Mentaya yang menjadi sumber air baku pengolahan air bersih, kini juga terintrusi air laut yang masuk ke alur sungai.

Menyikapi kondisi itu, Halikinnor memerintahkan instansi terkait membantu memasok air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan, dengan kapasitas dan armada yang tersedia, penyaluran air bersih dilakukan secara bergiliran.

Menurut Halikinnor, penyaluran air bersih itu sangat penting karena tidak sekadar memenuhi kebutuhan air bersih setiap hari, tetapi menyangkut pencegahan penyakit yang rawan muncul akibat konsumsi air tidak sehat, seperti diare dan muntaber.

Halikinnor menyaksikan sendiri saat berkunjung ke RSUD dr Murjani Sampit pekan lalu, didapat data terjadi peningkatan jumlah pasien diare dan muntaber.

"Ini memang betul sangat berpengaruh karena kondisi air di daerah kita ini sudah terjadi terkontaminasi dengan air laut sehingga ini yang dikonsumsi oleh masyarakat kita, otomatis ini yang kemungkinan besar bisa terjadi lonjakan yang sampai saat ini sudah antara 25 sampai 30 persen terjadi peningkatan dibanding biasa," ujarnya.

Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare dan muntaber akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kesulitan air bersih, Halikinnor memerintahkan seluruh puskesmas dan rumah sakit mempersiapkan diri, khususnya terkait ketersediaan tenaga kesehatan, ruangan dan obat-obatan yang dibutuhkan untuk penanganan jika terjadi kondisi darurat.

Terkait penyaluran bantuan air bersih, Halikinnor menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan sejumlah pihak yang turut membagikan air bersih di daerah itu.Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur terus menyalurkan bantuan hingga situasi normal dan masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.