Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sri Sultan HB X Ingatkan Warga DIY Terapkan 3 Prinsip Keuangan Jawa

📅 Minggu, 18 Okt 2026, 13:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sri Sultan HB X Ingatkan Warga DIY Terapkan 3 Prinsip Keuangan Jawa Doc: Antara
Ket. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY Eko Yunianto di lokasi Financial Expo dan Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) di Yogyakarta, Minggu (18/10).

Yogyakarta - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X mengingatkan para keluarga dan masyarakat agar selalu menerapkan nilai kebijaksanaan, cermat dan hati-hati dalam keputusan keuangan sehari-hari.

"Dalam khasanah budaya Jawa, dikenal falsafah Gemi, Nastiti, Ngati-ati. Maka saya ingin mengajak kita membawa nilai tersebut lebih dekat, kepada keputusan keuangan sehari-hari," kata Sri Sultan pada acara Financial Expo dan Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 di Yogyakarta, Minggu (18/10).

Gubernur mengatakan Gemi mengajarkan kebijaksanaan dalam menggunakan penghasilan, sehingga keluarga perlu membedakan kebutuhan dengan keinginan, serta menyisihkan sebagian pendapatan untuk masa depan.

"Kemampuan mengendalikan pengeluaran, merupakan bekal untuk menentukan arah kehidupan sendiri," kata Sultan.

Kemudian nilai Nastiti berarti cermat sebelum memutuskan, sehingga ketika memilih tabungan, pembiayaan, asuransi, maupun investasi, pahamilah manfaat beserta kewajibannya, pahamilah biaya dan risikonya.

"Adapun Ngati-ati mengingatkan kita, agar kemudahan selalu disertai kewaspadaan. Jagalah kerahasiaan data pribadi. Periksa legalitas penyedia layanan, dan pertimbangkan kemampuan membayar sebelum berutang," katanya.

Sri Sultan mengatakan untuk itu masyarakat berhak memperoleh penjelasan jujur, produk sesuai kebutuhan, serta pendampingan ketika menghadapi persoalan dari layanan keuangan, karena kepercayaan tumbuh, ketika warga merasa dipahami dan dilindungi.

"Saya mengajak lembaga jasa keuangan menjadikan pameran ini sebagai ruang mendengarkan. Seorang pedagang kecil, mungkin membutuhkan pembiayaan dengan angsuran yang sesuai perputaran usahanya. Seorang pekerja, bisa jadi membutuhkan cara menabung yang terjangkau," katanya.

Sultan berharap kegiatan ini ditindaklanjuti melalui edukasi dan pelayanan yang berkelanjutan. Jumlah rekening dan transaksi, perlu disandingkan dengan kemampuan warga mengelola keuangan, serta manfaat pembiayaan bagi keberlangsungan usaha.

"Pemerintah daerah, regulator dan industri jasa keuangan, perlu memastikan pendampingan menjangkau pasar, sekolah, hingga kalurahan," katanya.

Sultan juga mengajak masyarakat tingkatkan pemahaman keuangan lebih baik, sehingga setiap keputusan, benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan, karena pada akhirnya, uang harus tetap menjadi sarana untuk memuliakan kehidupan.

"Di balik setiap rekening terdapat harapan manusia. Ada pendidikan anak yang diperjuangkan, usaha yang dirintis dan hari tua yang hendak dijalani dengan tenang. Kepada harapan-harapan itulah, seluruh ikhtiar inklusi keuangan kita abdikan," katanya.

Kepala OJK DIY Eko Yunianto mengatakan, berdasarkan hasil survei nasional literasi dan inklusi keuangan 2026, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia adalah 69,57 persen, sementara tingkat inklusi keuangan masyarakat Indonesia adalah 93,61 persen.

"Yang patut kita syukuri adalah untuk masyarakat DIY berdasarkan hasil survei tersebut tingkat literasi keuangan mencapai 76,44 persen, atau peringkat tujuh nasional, sedangkan tingkat inklusi keuangannya mencapai 98,74 persen, atau peringkat dua nasional," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Luar Negeri
Apple, Louis Vuitton, Herme...
Daerah
Kasus Sabu di Karawana, Pol...
Megapolitan
Wali Kota dan Wakil Wali Ko...
Advertisement
Apple, Louis Vuitton, Hermes, dan Rolex Dijarah. Prancis di Ambang Kehancuran?

Apple, Louis Vuitton, Hermes, dan Rolex Dijarah. Prancis di Ambang Kehancuran?

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.