Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bayi Orangutan Ditemukan Lemas di Dekat Sungai di Kutai Timur, Terpisah dari Induknya

📅 Minggu, 18 Okt 2026, 08:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bayi Orangutan Ditemukan Lemas di Dekat Sungai di Kutai Timur, Terpisah dari Induknya Doc: BKSDA Kaltim
Ket. Bayi orang utan yang ditemukan lemas di Kutai Timur, Minggu (11/10/2026) kini telah menerima penanganan medis oleh Tim BKSDA Kaltim berkolaborasi dengan Centre for Orangutan Protection (COP). A

SAMARINDA - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis darurat terhadap seekor bayi orangutan yang ditemukan dalam kondisi lemas di daerah aliran sungai Kabupaten Kutai Timur.

"Satu individu bayi orangutan diselamatkan di Kutai Timur setelah terpisah dari induknya yang dilaporkan diterkam buaya," kata Kepala BKSDA Kaltim M Ari Wibawanto di Samarinda, Sabtu

Tim gugus tugas evakuasi langsung menerjunkan dokter hewan dan petugas medis satwa untuk menangani kondisi fisik anak primata tersebut. Laporan mengenai bayi orangutan dalam kondisi lemas diterima Minggu (11/10/2026) pada pukul 20.30 Wita.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Wildlife Rescue Unit (WRU) BKSDA Kalimantan Timur bersama Centre for Orangutan Protection (COP) segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan penyelamatan.

Bayi orangutan diperkirakan berusia di bawah satu tahun tersebut dievakuasi setelah warga melaporkan keberadaan tanpa pendampingan induk.

Pemeriksaan awal di lapangan menunjukkan satwa langka terancam punah ini mengalami dehidrasi ringan serta penurunan daya tahan tubuh akibat kekurangan nutrisi.

"Pemberian cairan rehidrasi, vitamin, serta penanganan suhu tubuh menjadi fokus utama medis guna memulihkan stabilitas fisiknya," ujar Ari.

BKSDA Kaltim berkoordinasi bersama pusat rehabilitasi satwa untuk memastikan lokasi perawatan lanjutan yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang orangutan.

Proses karantina dan observasi kesehatan dilakukan guna memantau perkembangan fungsi organ tubuh serta pola konsumsi makanan harian satwa.

"Setelah melalui tahap pemeriksaan dan dinyatakan bebas penyakit menular, ia akan dipersiapkan untuk bergabung dengan bayi orangutan lainnya dalam proses rehabilitasi dan sekolah hutan," tutur Ari.

Langkah penyelamatan ini ditempuh guna mencegah potensi risiko kematian satwa liar dilindungi yang terpisah dari habitat alaminya.

"Kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan keberadaan satwa dilindungi yang membutuhkan pertolongan medis," ucap Ari.

Partisipasi aktif warga dalam melaporkan keberadaan satwa liar dinilai menjadi kunci penyelamatan keanekaragaman hayati daerah.

Penguatan patroli di kawasan penyangga hutan terus ditingkatkan demi menjaga ruang hidup aman bagi keberlangsungan populasi orangutan Kalimantan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Daftar Susunan Pemain Persib Bandung vs Persik Kediri Hari Ini, Catat Tempat Nontonnya Disini!

Daftar Susunan Pemain Persib Bandung vs Persik Kediri Hari Ini, Catat Tempat Nontonnya Disini!

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.