244 Personel Tangani Kebakaran Hutan di Lereng Gunung Lawu
Minggu, 18 Okt 2026, 17:20 WIBJAKARTA - Sebanyak 244 personel gabungan dikerahkan untuk menangani kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Petugas dari unsur Polri, TNI, relawan, dan instansi terkait terus berupaya memadamkan api serta mencegah kebakaran meluas ke kawasan hutan lainnya.
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Roy Hardi Siahaan mengatakan, proses pemadaman masih menghadapi sejumlah kendala, terutama medan yang sulit dijangkau dan keterbatasan sarana di lapangan. Hal tersebut disampaikannya saat meninjau perkembangan penanganan kebakaran pada Sabtu (17/10/2026).
Kondisi medan yang sulit membuat petugas masih mengandalkan peralatan konvensional untuk memadamkan api di sejumlah titik. Situasi tersebut menjadi tantangan dalam mempercepat penanganan kebakaran, terutama di area yang tidak mudah diakses melalui jalur darat.
Untuk memperkuat upaya pemadaman, Roy mengupayakan dukungan helikopter dari Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad). Dukungan udara tersebut diharapkan memungkinkan petugas melakukan pengeboman air atau water bombing untuk menjangkau titik api yang sulit diakses.
Selain mengupayakan bantuan udara, Polda Jawa Tengah juga membahas opsi modifikasi cuaca bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Langkah tersebut dipertimbangkan untuk membantu penanganan kebakaran di tengah kondisi kemarau panjang dan angin kencang yang berpotensi memperburuk situasi.
âAngin cukup besar, antara lain disampaikan kita akan melakukan modifikasi cuaca. Tapi sangat tergantung dengan hasil penilaian dari teman-teman BMKG untuk membuat status modifikasi cuaca itu,â kata Roy.
Ia menegaskan, koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk menentukan strategi pemadaman yang sesuai dengan kondisi di lapangan. Ketersediaan personel, peralatan, dan dukungan teknis menjadi faktor penting dalam mengendalikan api serta melindungi kawasan hutan di lereng Gunung Lawu.
Upaya penanganan juga diarahkan untuk mencegah api meluas ke area lain yang berpotensi terdampak. Dengan keterlibatan berbagai unsur, proses pemadaman diharapkan dapat berjalan lebih efektif meskipun petugas menghadapi kendala medan dan cuaca.
Terkait penyebab kebakaran, Roy menyebut dugaan kelalaian manusia masih perlu didalami oleh pihak kepolisian. Hingga saat ini, penyebab pasti munculnya api belum dapat dipastikan karena pemeriksaan tempat kejadian perkara belum dilakukan.
Polisi akan melakukan pendalaman setelah kondisi penanganan di lapangan memungkinkan. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mengidentifikasi faktor pemicu kebakaran dan memastikan penyebab kejadian berdasarkan hasil penyelidikan.
- Jawa Tengah
- kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)
- Karanganyar
- Polda Jawa Tengah
- Gunung Lawu
- Water bombing
- Padamkan Karhutla
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Asap Karhutla Terdeteksi di Atmosfer Jakarta, DPRD Desak Mitigasi di Sekolah dan Rumah Sakit
-
Asap Karhutla Menjauh, Pemprov DKI Tetap Lakukan Water Mist dan OMC
-
Bukan Cuma Lolos! Timnas Putri U17 Pasang Target Juara Grup B di Kualifikasi Piala Asia 2027
-
Tari Lariangi Asal Kaledupa Diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional
-
Ratusan Pecatur DKI Jakarta Adu Strategi di Kejurda Catur, Siapa yang Jadi Jawara?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.