Polda Kepri Tanam 1.000 Bibit Mangrove untuk Jaga Ekosistem Pesisir Batam
Minggu, 18 Okt 2026, 17:15 WIBJAKARTA - Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) bersama masyarakat peduli lingkungan menanam 1.000 bibit mangrove di kawasan Ekowisata Mangrove Pantai Bale Bale, Nongsa, Kota Batam. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat kepedulian masyarakat terhadap ekosistem pesisir.
Penanaman tersebut merupakan implementasi Program Green Policing yang mendorong peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan. Melalui program ini, Polri berupaya membangun kesadaran bersama untuk menciptakan lingkungan yang hijau, bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, penggiat lingkungan, pelajar, nelayan, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen masyarakat lainnya. Kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat mendukung upaya pelestarian ekosistem pesisir secara berkelanjutan.
Kapolda Kepri, Irjen Pol. Suhendri, menyampaikan apresiasi kepada pengelola dan masyarakat Ekowisata Mangrove Pandang Tak Jemu atas upaya mereka mengembangkan kawasan yang sebelumnya kurang terawat menjadi destinasi ekowisata. Menurutnya, pengelolaan tersebut menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan dapat memberikan manfaat bagi alam sekaligus mendukung perekonomian masyarakat.
âSaya mengapresiasi pengelola dan masyarakat Ekowisata Mangrove Pandang Tak Jemu yang berhasil mengembangkan kawasan tersebut menjadi ekowisata bermanfaat bagi lingkungan dan perekonomian masyarakat,â ujar Suhendri, dikutip dari RRI.co, Minggu (18/10/2026).
Keberhasilan kawasan tersebut meraih prestasi nasional pada 2022 juga menjadi bukti bahwa keterlibatan masyarakat dapat mendukung pengembangan ekowisata. Pengelolaan kawasan berbasis lingkungan diharapkan mampu menjaga kelestarian alam sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar.
Mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, termasuk membantu mengurangi risiko abrasi pantai. Selain itu, tanaman ini mampu menyerap karbon dan menyediakan habitat bagi berbagai biota laut yang bergantung pada kawasan pesisir untuk bertahan hidup.
Meski demikian, upaya pelestarian mangrove tidak cukup hanya dilakukan melalui penanaman bibit. Perawatan dan pengawasan secara berkala diperlukan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat lingkungan dalam jangka panjang.
Melalui kegiatan tersebut, Polda Kepri mengajak masyarakat untuk turut menjaga dan merawat lingkungan di sekitarnya. Partisipasi masyarakat dinilai penting agar kegiatan penghijauan tidak berhenti pada seremoni penanaman, tetapi berlanjut menjadi kebiasaan dalam menjaga kelestarian alam.
Polda Kepri berharap penanaman 1.000 bibit mangrove ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir. Upaya tersebut juga diharapkan memperkuat kolaborasi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan lingkungan.
- Batam
- Polda Kepri
- penanaman mangrove
- Abrasi Pantai
- Pelestarian Lingkungan
- ekowisata mangrove
- Ekosistem Pesisir
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Sempat Blackout, Listrik Batam Dipastikan Sudah Pulih 100 Persen
-
Lima Dokumen Strategis Diluncurkan untuk Perkuat Pengelolaan Ekosistem Darat dan Laut
-
DPRD Dompu Sahkan APBD Perubahan 2026 Rp1,29 Triliun
-
RSUP M Djamil Padang Perkuat Pengendalian Infeksi dan Atasi Resistensi Antimikroba.
-
Polda Metro Jaya Tetapkan Masinis KA Argo Bromo Anggrek sebagai Tersangka Laka Maut dengan KRL di Bekasi, Ini Alasannya!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.