Tradisi Bedolan Pamarayan di Kabupaten Serang Kembali Digelar
📅 Sabtu, 17 Okt 2026, 23:50 WIB | Oleh: Tim PenulisSerang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Banten, kembali menggelar tradisi tahunan "Bedolan Pamarayan" di Bendungan Pamarayan, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu.
Ajang budaya dan tradisi penangkapan ikan massal yang sempat terhenti sejak 2019 akibat pandemi COVID-19 tersebut dibuka oleh Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah dengan menyedot antusiasme ribuan warga dari Kecamatan Pamarayan, Cikeusal, dan sekitarnya.
"Alhamdulillah, hari ini kita membuka kegiatan Bedolan Pamarayan. Tradisi ini sangat dinanti-nanti oleh masyarakat sekitar," kata Bupati yang akrab disapa Zakiyah.
Zakiyah menjelaskan bahwa pelaksanaan tradisi ini dilakukan melalui koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC3) serta menyiagakan personel gabungan guna mengantisipasi risiko keselamatan warga di area aliran sungai.
"Kami minta bantuan Ditpolairud, Basarnas, didampingi BPBD dan instansi terkait untuk mengawasi dan menjaga kondusivitas di wilayah Bendungan Pamarayan," ujarnya.
Ia pun secara khusus mengimbau seluruh warga yang berpartisipasi agar mengutamakan keselamatan jiwa di atas segalanya saat berada di lokasi bendungan.
"Nikmati kegiatan ini, ambil keberkahan nya dan yang lebih penting adalah menjaga keselamatan jiwa. Tidak ada ikan yang harganya melebihi keselamatan jiwa," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang Suhardjo, menyampaikan bahwa tradisi Bedolan Pamarayan secara teknis dimanfaatkan untuk pengujian dan pengecekan struktur bangunan bendungan.
Suhardjo menyebut pengeringan melalui pembukaan pintu air bagian timur hanya berlangsung selama tiga jam, yakni pukul 10.00 hingga 13.00 WIB, sehingga tidak mengganggu pasokan air pertanian maupun masa panen di kawasan Pamarayan, Bandung, Kibin, Tanara, dan Carenang.
"Proses pemulihan aliran air membutuhkan waktu 5 hingga 7 hari agar kembali normal. Pasca-kegiatan ini, Pemkab Serang akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan keberlanjutan tradisi ini di tahun-tahun mendatang," tutur Suhardjo.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!