Tesla Sematkan Teknologi SpaceX agar Mobil Listrik Roadster Bisa Terbang
Sabtu, 17 Okt 2026, 16:55 WIBJAKARTAÂ â Tesla Roadster menjadi sorotan setelah demonstrasi yang memperlihatkan mobil listrik tersebut mampu melayang dan berputar di udara. Aksi yang viral ini memanfaatkan teknologi pendorong gas bertekanan tinggi yang diadaptasi dari sistem roket SpaceX.
Mengutip laman resmi Tesla, Sabtu (17/10), sistem ini menggunakan cold gas thruster. Ini merupakan pendorong gas dingin yang menyemburkan gas bertekanan tinggi melalui sejumlah nosel.
Berbeda dengan knalpot mobil konvensional, nosel tersebut tidak mengeluarkan gas hasil pembakaran. Nosel ini menyemburkan gas bertekanan tinggi yang sebagian besar berupa nitrogen.
Gas disimpan dalam tangki berbentuk bola yang disebut composite-overwrapped pressure vessel atau COPV. Tangki itu dilapisi material komposit serat karbon untuk menahan tekanan tinggi sekaligus menjaga bobot tetap ringan.
Tangki tersebut dilaporkan mampu menampung gas bertekanan hingga 10.000 psi atau sekitar 689 bar. Katup dan aktuator mengatur aliran gas dari tangki melalui pipa menuju empat nosel pendorong di bagian belakang kendaraan.
Pipa dan nosel menggunakan titanium, sedangkan pipa pemisah aliran gas menggunakan paduan logam Inconel. Adapun, panjang pipa dan jalur alirannya dirancang seragam.
Tujuannya agar distribusi gas ke setiap nosel tetap seimbang dan kendaraan tidak mengalami perubahan arah yang tidak diinginkan. Kemudian, sistem ini melengkapi motor listrik Roadster yang diklaim menghasilkan daya hingga satu megawatt (sekitar 1.341 tenaga kuda).
Tesla mengklaim Roadster mampu berakselerasi dari nol hingga sekitar 97 kilometer per jam dalam 0,8 detik dengan teknologi tersebut. Namun, perhitungan performa itu masih bergantung pada sejumlah parameter teknis yang belum diungkapkan secara lengkap.
Dalam demonstrasinya, sistem yang lebih besar juga diperlihatkan mampu membuat kendaraan melayang, berputar, hingga manuver di udara. Ia juga menggunakan tangki tambahan sehingga kapasitas total gas mencapai 600 liter.
Sistem ini dilengkapi enam nosel tambahan untuk menghasilkan gaya dorong vertikal. Nosel tersebut juga membantu mengendalikan arah putaran kendaraan saat melakukan manuver di udara.
Diketahui, teknologi composite-overwrapped pressure vessel (COPV) sendiri telah lama digunakan dalam industri antariksa. Begitu pula dengan teknologi pendorong gas dingin yang memanfaatkan gas bertekanan tinggi untuk menghasilkan gaya dorong.
Namun, penerapannya pada mobil masih menghadapi tantangan, terutama terkait keselamatan, pengelolaan tekanan, dan ketersediaan gas. Kemampuan operasional serta performa akhir sistem ini masih perlu dibuktikan melalui pengujian lebih lanjut. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Antisipasi Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemprov DKI Terapkan PJJ hingga Pemberitahuan Selanjutnya
-
Formula 1: Norris Ukir Kecepatan Lap Spektakuler, Rebut Pole GP Spanyol dari Antonelli
-
Info Harga Emas Antam Hari Ini, Turun Jadi Rp2.576.000/Gram
-
Tim Gabungan Tambah Kekuatan Personel untuk Padamkan Karhutla di Pelalawan Riau
-
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Pemprov DKI Cek Langsung Penerima Bansos
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.