Jaga Stabilitas Harga, Perum Bulog Tanjungpinang Distribusikan 400 Ton Beras ke Pulau Terluar

Sabtu, 17 Okt 2026, 21:42 WIB

TANJUNGPINANG – Perum Bulog Kantor Cabang Tanjungpinang mendistribusikan 400 ton beras ke Pulau Sedanau, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) guna pemerataan pasokan pangan serta menjaga stabilitas harga di pulau-pulau terluar.

"Langkah pendistribusian ini bagian dari upaya penguatan cadangan beras pemerintah (CBP) sekaligus menjaga keterjangkauan dan ketersediaan pasokan pangan di wilayah terluar Kepri," kata Kepala Bulog Cabang Tanjungpinang Arief Alhadihaq di Tanjungpinang, Sabtu (17/10).

Ket. Foto: Warga berbelanja beras SPHP melalui operasi pasar murah digelar Bulog Cabang Tanjungpinang, Kepri, Rabu (2/9/2026). — Sumber: ANTARA

Ia menyampaikan pengiriman komoditas CBP tersebut dilakukan menggunakan Kapal Layar Motor (KLM) Kampar Indah 01 melalui Dermaga Pelabuhan Batu 6, Kota Tanjungpinang.

Pasokan beras yang dikirimkan itu telah dilengkapi dokumen manifest pengangkutan resmi serta telah melalui pengujian kualitas dan kelaikan secara ketat.

"Pengiriman ini dipastikan aman karena telah mengantongi sertifikat sanitasi dan Karantina resmi dari Balai Karantina Kepri," ujarnya.

Arief menjelaskan pengiriman 400 ton beras bertujuan memperkuat cadangan pangan masyarakat di Pulau Sedanau dan sekitarnya, terutama dalam menghadapi potensi perubahan cuaca dan menjaga stabilitas harga bahan pokok di daerah kepulauan.

Mengenai skema pengemasan, lanjut Arief, beras yang diangkut melalui jalur laut tersebut menggunakan kemasan karung standar (plain sack) antargudang.

Metode ini merupakan prosedur standar distribusi komoditas beras curah antarkompleks pergudangan Bulog sebelum nantinya dikemas ulang ke dalam kemasan eceran, seperti beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) atau beras bantuan pangan di lokasi tujuan sesuai dengan target penyaluran.

"Melalui pendistribusian secara berkala, Bulog berkomitmen mengawal pemerataan pasokan pangan kepada masyarakat dengan harga relatif terjangkau, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T)," tutup Arief.

  • Bulog Tanjungpinang
  • stabilitas harga beras

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.