Hilirisasi Industri Jadi Prioritas, Ini Langkah Pemkab Belitung Perkuat Ekonomi Lokal

Sabtu, 17 Okt 2026, 15:16 WIB

TANJUNGPANDAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan hilirisasi, penguatan teknologi, dan penerapan tahapan pembangunan industri yang terstruktur melalui Peraturan Daerah Rencana Pembangunan Industri Kabupaten (RPIK) Belitung Tahun 2025 -2045.
‎
‎Bupati Belitung Djoni Alamsyah, di Tanjungpandan, Sabtu, mengatakan penguatan hilirisasi dan peningkatan nilai tambah sumber daya lokal menjadi arah utama RPIK 2025-2045, guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
‎
‎"Peningkatan nilai tambah pada prinsipnya telah menjadi salah satu arah utama dalam RPIK Kabupaten Belitung Tahun 2025-2045," katanya.
‎
‎Ia menjelaskan, kebijakan ini dijabarkan melalui strategi pengembangan industri pengolahan komoditas unggulan daerah, seperti hasil laut, kelapa, lada, sawit, dan mineral non-timah menjadi produk olahan bernilai tambah tinggi.
‎
‎Dia menyampaikan, pembangunan industri tersebut diarahkan untuk menciptakan rantai nilai yang terintegrasi dari hulu hingga hilir dengan memperkuat peran industri kecil dan menengah (IKM).
‎
‎"Dalam pelaksanaannya RPIK 2025-2045 menetapkan kerangka pembangunan jangka panjang 20 tahun yang ditinjau kembali setiap lima tahun dan dibagi ke dalam empat tahapan operasional," ujarnya pula.
‎
‎Ia menjelaskan adapun periode fokus pembangunan industri dimulai konsolidasi potensi dan penguatan dasar industri (2026-2030), hilirisasi dan peningkatan kapasitas produksi (2031-2035), integrasi antar sektor (2036-2040), diversifikasi produk dan digitalisasi rantai pasok (2041-2045).
‎
‎"Dengan demikian, pelaksanaan pembangunan industri tidak hanya berorientasi pada visi dan sasaran jangka panjang, tetapi juga memiliki fokus pengembangan yang jelas pada setiap periode," katanya lagi.
‎
‎Selain hilirisasi, ujar dia, Pemkab Belitung mendorong transformasi teknologi melalui fasilitasi transfer teknologi antara pelaku industri, lembaga riset, dan perguruan tinggi, penerapan konsep smart industry, teknologi ramah lingkungan, serta digitalisasi diarahkan khusus untuk pemberdayaan IKM.
‎
‎"Kami berharap rencana pembangunan industri ini dapat menjadi penggerak utama ekonomi Belitung yang terencana, terintegrasi, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta kelestarian lingkungan," ujarnya pula.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.