Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dapat Suplai Air, Petani di Kudus Mulai Persiapkan Lahan untuk Tanam Padi

📅 Sabtu, 17 Okt 2026, 22:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dapat Suplai Air, Petani di Kudus Mulai Persiapkan Lahan untuk Tanam Padi Doc: ANTARA
Ket. Sejumlah petani tengah memulai tanam tanaman padi di Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

KUDUS – Petani di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mulai mempersiapkan lahannya untuk tanam padi pada musim tanam (MT) pertama 2026, menyusul dibukanya pintu Waduk Kedungombo untuk suplai air irigasi persawahan.

"Pintu dibuka sejak tanggal 15 September 2026. Akan tetapi, karena saat ini masih musim kemarau belum semua areal pertanian yang menggantungkan suplai dari Waduk Kedungombo mendapatkan gelontoran karena bertahap," kata Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Sistem Kedungombo Akrab, di Kudus, Sabtu (17/10).

Ia memperkirakan baru 60 persen lahan yang sudah mendapatkan gelontoran air dari waduk, sehingga petani bisa mulai mengolah lahannya.

Dari sejumlah desa di Kecamatan Undaan yang mendapatkan suplai air dari Waduk Kedungombo, antara lain Desa Ngemplak, Wates, Karangrowo, sebagian di Desa Undaan Lor dan Undaan Tengah.

Kemudian ada Desa Medini, Sambung, Glagah, Lambangan, dan Desa Kutuk yang mulai tanam tanaman padi.

"Beberapa di antaranya masih ada yang mengolah tanah, sebagian lagi sudah ada yang penyebaran benih dan ada pula yang sudah tanam," ujarnya.

Adapun target luas areal tanam di wilayah saluran irigasi Waduk Kedungombo di Kabupaten Kudus sebanyak 5.788 hektare.

Namun, dengan kondisi musim kemarau diperkirakan membutuhkan waktu 1,5 bulan untuk mengalirkan air hingga ke seluruh areal persawahan. Sehingga petani baru bisa tanam seluruhnya pada bulan November 2026.

Akrab berharap pada pertengahan bulan November 2026 sudah ada hujan, sehingga suplai air dari waduk bisa lancar. Karena jika tidak ada hujan, maka suplai air irigasi bisa terganggu karena kapasitas air yang tersedia di Waduk Kedungombo juga terbatas dan masih membutuhkan suplai tambahan dari air hujan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Nasional
Jambore Onthel Nasional 202...

Ajang Kejuaraan Inline Freestyle Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Ajang Kejuaraan Inline Free...
Advertisement
Kabar Baik yang Melegakan! Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek, Ini Penjelasan BMKG

Kabar Baik yang Melegakan! Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek, Ini Penjelasan BMKG

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.