Harga Cabai Tembus Rp72 Ribu per Kilogram, Garut Gelar Pasar Murah Rp5.000 per Ons

Jumat, 16 Okt 2026, 20:06 WIB

Garut - Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menggelar pasar murah khusus komoditas cabai dengan harga terjangkau untuk mengendalikan kenaikan harga cabai di pasaran.

"Fokusnya (pasar murah) di cabai karena cabai lagi mahal," kata Kepala Bidang Perlindungan dan Pengembangan Usaha Pertanian pada Dispertan Kabupaten Garut, Susi Suhartianti saat acara pasar murah cabai yang digelar di Pendopo Kabupaten Garut, Jumat (16/10).

Ket. Foto: Sejumlah warga membeli cabai saat kegiatan pasar murah Aksi Cabai Harga Terjangkau di Pendopo, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (16/10). — Sumber: Antara

Ia menuturkan kegiatan Aksi Cabai Harga Terjangkau itu merupakan program tindak lanjut dari Kementerian Pertanian (Kementan) agar setiap daerah kota/kabupaten mengadakan bazar untuk mengendalikan harga cabai yang tenah naik di pasaran.

Cabai yang dijual, kata dia, ada empat jenis sesuai Instruksi Kementan yakni cabai keriting, merah besar, hijau dan cabai rawit yang tujuannya untuk menstabilkan harga, mendukung petani dan penuhi kebutuhan masyarakat.

"Kegiatan Petani Champion itu sebagaimana terlampir dalam surat tersebut yang harus terlibat ada empat jenis cabai yang dipasarkan yakni keriting, cabai merah besar, cabai hijau dan cabai rawit," katanya.

Ia mengatakan Kabupaten Garut dapat menyelenggarakan program pasar murah cabai itu karena potensi produksinya lumayan tersedia untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal.

Kelompok tani yang terlibat dalam pasar murah itu, kata dia, membawa berbagai jenis cabai yang sudah dikemas menjadi 500 bungkus untuk memudahkan penjualan dengan harga Rp5.000 per ons atau bungkus.

Harga cabai yang dijual di pasar murah itu, kata dia, lebih murah dibandingkan dengan harga saat ini di pasaran untuk semua jenis cabai itu sudah mencapai Rp72 ribu per kg.

"Murah karena di pasar harga cabai itu Rp72.000," katanya.

Ia menambahkan, selain menjual cabai, petani juga ada yang menjual komoditas bawang merah, dan alpukat yang semua produk pertanian itu disambut antusias masyarakat untuk membelinya.

Kegiatan tersebut, kata dia, akan kembali digelar sesuai dengan Instruksi Kementan, terutama saat harga cabai di pasaran sedang terjadi kenaikan.

"Apabila ada instruksi dari Kementan saja untuk komoditas inflasi bila harga terlalu tinggi," katanya.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.