Danantara Kerahkan 34 Lembaga Keuangan, Proyek PSEL Siap Menantang Krisis Sampah
📅 Jumat, 16 Okt 2026, 21:55 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management (DIM) dan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) menetapkan 34 institusi keuangan sebagai anggota lenders panel untuk program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Menurut Danantara, jumlah anggota panel masih berpotensi bertambah seiring dengan perkembangan proyek dan kebutuhan pembiayaan.
“Penetapan 34 institusi keuangan sebagai anggota lenders panel merupakan pencapaian penting dalam menyiapkan pembiayaan program PSEL,” Managing Director Investment DIM Stefanus Ade Hadiwidjaja dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (16/10).
Sebanyak 34 anggota lenders panel yang telah ditetapkan hingga saat ini mencakup institusi pembiayaan proyek internasional yang berpengalaman dalam pembiayaan lintas negara, bank pembangunan multilateral, lembaga pembiayaan pembangunan bilateral, lembaga pembiayaan infrastruktur, dan pengelola dana iklim.
Selain itu, terdapat bank-bank besar dari dalam negeri, termasuk Himbara dan bank umum swasta nasional, serta bank internasional yang beroperasi di Indonesia dan bank syariah.
Lenders panel merupakan kelompok calon pemberi pinjaman dan mitra pembiayaan yang dibentuk untuk mendukung pembiayaan pipeline proyek PSEL yang dikembangkan DIM melalui Denera dalam melaksanakan mandat Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.
Melalui panel ini, DIM dan Denera memetakan minat serta kapasitas pembiayaan institusi keuangan, baik di tingkat portofolio maupun proyek individual, sebelum proses pembiayaan formal dimulai.
Informasi tersebut menjadi dasar untuk menjajaki struktur pendanaan yang sesuai, mulai dari jenis pinjaman, tenor pinjaman, fasilitas nontunai, hingga solusi pembiayaan lainnya.
Menurut Danantara, salah satu hasil utama pembentukan lenders panel adalah minat pembiayaan indikatif yang mencapai lebih dari tiga kali estimasi kebutuhan utang program PSEL. Angka ini mencerminkan tingginya ketertarikan institusi keuangan domestik dan internasional terhadap peluang pembiayaan program PSEL.
Nilai indikatif merupakan gambaran awal ketertarikan dan kapasitas pendanaan. Setiap rencana pembiayaan akan tetap melalui proses evaluasi dan persetujuan kredit sesuai ketentuan yang berlaku.
“Minat pembiayaan indikatif yang mencapai lebih dari tiga kali estimasi kebutuhan utang menunjukkan besarnya potensi dukungan dari pasar pembiayaan. Melalui panel ini, kami dapat memetakan kapasitas dan minat calon pemberi pinjaman untuk menjajaki struktur pendanaan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing proyek,” kata Stefanus.
Sementara itu, Chief Financial Officer Denera M. Ramadhan Harahap menyampaikan apresiasi kepada seluruh institusi keuangan yang telah terpilih sebagai anggota lenders panel dan berharap kolaborasi yang terjalin dapat mendukung kelancaran penyiapan pembiayaan proyek PSEL.
“Kami mengapresiasi partisipasi dan kepercayaan institusi keuangan yang telah bergabung dalam lenders panel PSEL Denera. Kami berharap kolaborasi ini dapat terbangun dengan baik dan menjadi fondasi bagi kerja sama yang produktif dalam mendukung pengembangan proyek-proyek PSEL kami,” kata Ramadhan.
Adapun PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) ditunjuk oleh DIM dan Denera sebagai financial advisor sekaligus konsultan pembentukan lenders panel.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!