Pemkab Parigi Moutong Siapkan 35.157 Ha Lahan untuk Peternakan Sapi Perah
Kamis, 15 Okt 2026, 14:00 WIBPALU â Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Pemkab Parimo), Sulawesi Tengah, telah menyiapkan lahan utama seluas 35.157 hektare (ha) untuk pengembangan sektor peternakan sapi perah terintegrasi.
"Langkah ini dilakukan guna menarik investasi di bidang peternakan sapi perah masuk ke daerah," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Parigi Moutong I Wayan Gede Purna dihubungi dari Palu, Kamis (15/10).
Ia mengemukakan 35.157 ha lahan utama disiapkan tersebar di empat wilayah, yakni Kecamatan Parigi Selatan, Torue, Balinggi, dan Sausu. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat pengembangan usaha peternakan sapi perah yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Penyiapan lahan telah disampaikan dalam forum Investment Project to Offer (IPRO) yang melibatkan pemerintah daerah, kementerian terkait, dan Bank Indonesia (BI).
"IPRO merupakan dokumen kajian proyek investasi yang telah lengkap disusun dan siap ditawarkan kepada calon investor. Dalam forum IPRO bersama Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM pada Jumat (9/10) pemerintah daerah (pemda) telah memaparkan kesiapan perencanaan proyek tersebut," ujarnya.
Ia memaparkan perencanaan peternakan sapi perah terintegrasi ditawarkan Pemkab Parimo, berhasil masuk enam besar proyek yang lolos tahap kurasi, maka peluang pemerintah setempat mempresentasikan potensi investasi kepada calon investor terbuka luas.
Pada tahap awal, kata dia, Pemkab Parimo melakukan pengembangan peternakan percontohan di lahan seluas 4 hektare guna menunjang kegiatan usaha skala besar di bidang peternakan sapi.
Selain itu, pemerintah setempat juga terus berkolaborasi dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi untuk menarik investor masuk ke daerah mengembangkan sektor tersebut.
"Perencanaan proyek sapi perah tetap mempertimbangkan kelayakan lahan dan persyaratan teknis yang dibutuhkan," ujar I Wayan.
Ia menjelaskan Pemkab Parimo juga telah menyediakan lahan alternatif sekitar 16 ribu ha di Kecamatan Lambunu.
Opsi itu disiapkan sebagai langkah antisipasi supaya perencanaan pengembangan investasi peternakan sapi perah tetap berlanjut bila lokasi awal dinilai belum sesuai dengan kebutuhan proyek.
"Pengembangan investasi bukan hanya mempertimbangkan kesiapan lahan, tetapi juga peluang pasar susu menjadi bagian dari faktor penunjang. Untuk konsumsi dalam daerah kami menyasar segmen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna menunjang kebutuhan pangan program Makan Bergizi Gratis. Di Parigi Moutong sekitar 18 SPPG menyelenggarakan pelayanan MBG," kata dia lagi.
- Pemkab Parigi Moutong
- peternakan sapi perah
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
BPBD Tangerang: Kerugian akibat Kebakaran Selama Bulan Juli–Agustus 2026 Capai Rp6,23 Miliar
-
Ajax Resmi Umumkan Kedatangan Marc ter Stegen
-
DPR Penguatan Ekosistem Vokasi Tekan Pengangguran Lulusan SMK
-
Pemkot Singkawang Minta Penjelasan SPPG Bukit Batu Terkait 56 Siswa Keracunan MBG
-
KPKP Menggelar Sterilisasi Kucing di TPHP Cengkareng
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.