Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Hari Ini Kembali Masuk Zona Merah Dipicu The Fed Kian Hawkish

📅 Kamis, 15 Okt 2026, 18:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Kembali Masuk Zona Merah Dipicu The Fed Kian Hawkish Doc: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak A
Ket. Ilustrasi-Pengunjung melihat layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

JAKARTA – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejalan dengan tren negatif bursa Asia mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap prospek pasar keuangan global, terutama di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve (The Fed) menyusul tekanan inflasi Amerika Serikat (AS).

Suku bunga yang berpotensi bertahan tinggi atau kembali meningkat dapat memperkuat dolar AS, mendorong arus modal keluar dari pasar negara berkembang, serta menekan daya tarik aset berisiko, termasuk saham domestik.

Kondisi ini membuat pergerakan IHSG rentan terhadap sentimen eksternal, sementara ketahanan pasar dalam negeri turut ditentukan oleh stabilitas rupiah, kinerja emiten, dan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (15/10) sore ditutup melemah 79,24 poin atau 1,33 persen ke posisi 5.863,78 mengikuti bursa kawasan Asia, dipicu oleh ekspektasi kenaikan suku bunga acuan The Fed.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 4,50 poin atau 0,76 persen ke posisi 590,09.

"IHSG dan bursa regional Asia bergerak melemah, pasar terbebani ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang lebih agresif setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi dari perkiraan," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta.

Dari mancanegara, data inflasi Consumer Price Index (CPI) AS menunjukkan inflasi bulanan dari sebelumnya 0,4 persen menjadi 0,6 persen, begitupun secara tahunan yang naik dari sebelumnya 3,4 persen menjadi 3,7 persen.

Nico mengatakan kenaikan tersebut memicu kekhawatiran pasar dan meningkatkan ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga acuan lebih agresif oleh bank sentral AS The Fed.

"Kondisi tersebut memicu kekhawatiran akan tingkat suku bunga tinggi untuk waktu yang lebih lama," ujar Nico.

Selanjutnya, pelaku pasar akan fokus terhadap pidato para petinggi The Fed di Bangkok, Thailand, terutama Ketua The Fed Kevin Warsh, untul memproyeksikan arah kebijakan moneter AS selanjutnya.

Selain itu, sentimen pasar juga akan dipengaruhi oleh penantian rilis data ekonomi penting AS, diantaranya indeks harga produsen (PPI) dan penjualan ritel yang keluar pada hari Kamis waktu setempat.

Dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati krisis pasokan energi BBM di sejumlah daerah, yang mana hambatan distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi berisiko menurunkan laju pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan ongkos logistik dalam jangka pendek.

"Kondisi ini tentunya berdampak akan produktivitas masyarakat dan stabilitas sosial ekonomi di sejumlah daerah tersebut sehingga secara jangka pendek ini akan berdampak pertumbuhan perekonomian nasional dan risiko inflasi," ujar Nico.

Selain itu, kelangkaan pasokan BBM di sejumlah daerah dikhawatirkan akan berdampak secara nasional, sebelumnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan stok BBM secara nasional masih dalam kondisi aman hingga 18 hari ke depan, tentunya ini dikuatikran berdampak pada ketahanan energi dalam negeri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.