Meningkatkan Anggaran Penanganan Stunting di Yogyakarta
📅 Rabu, 14 Okt 2026, 22:57 WIB | Oleh: Tim PenulisYogyakarta - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berkomitmen meningkatkan anggaran penanganan stunting di Kota Yogyakarta melalui program peningkatan gizi balita dan ibu hamil.
"Kita terus mendorong keberlanjutan program percepatan penanganan stunting ini. Tahun 2027 anggaran untuk menyelesaikan masalah stunting akan kita naikkan," kata Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto usai kunjungan ke Kelurahan Pandeyan Yogyakarta, Rabu.
Menurut dia, pada 2025, dari 45 kelurahan di Yogyakarta, anggaran penanganan stunting dialokasikan sebesar Rp100 juta per kelurahan, kemudian pada 2026 ini dinaikkan menjadi Rp120 juta per kelurahan.
"Untuk tahun 2027 anggaran penanganan stunting kita akan naikkan. Pada saatnya nanti kita akan umumkan," kata Eko.
Dia mengatakan peningkatan anggaran stunting tersebut sesuai dengan Pasal 18 ayat (1) Peraturan Daerah (Perda) DIY Nomor 3 Tahun 2024 tentang Pemajuan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan dan Kelurahan.
Pasal tersebut menyatakan "Dalam Rangka Pelaksanaan Pemajuan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan dan Kelurahan, Pemerintah Daerah wajib memberikan alokasi anggaran kepada setiap Kalurahan dan Kelurahan setiap tahun secara adil dan merata.
"Kita akan terus perjuangkan tambahan alokasi untuk pemajuan pembangunan di kalurahan dan kelurahan untuk wujudkan harapan masyarakat. Yang pasti naik. Kita akan sampaikan, tunggu tanggal baiknya," katanya.
Meski demikian, kata dia, dalam mendorong percepatan penanganan stunting di Yogyakarta, gotong royong masyarakat diperlukan termasuk mengajak pelaku usaha turut membantu pemenuhan gizi balita.
Sementara itu, salah satu warga penerima manfaat program penurunan stunting di Pandeyan Sumarni berharap pemenuhan gizi balita dan anak dalam mencegah stunting perlu terus dilanjutkan.
"Pemberian makanan tambahan untuk peningkatan gizi balita dan ibu hamil sangat bermanfaat untuk mengatasi stunting. Kita berharap program ini dilanjutkan," kata Sumarni.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!