Provinsi Kalteng Bersama Bulog Lakukan Sinergi Penguatan Pasokan ke Masyarakat lewat Pengadaan 150 Ton Beras Premium
📅 Selasa, 13 Okt 2026, 14:51 WIB | Oleh: Tim PenulisPALANGKA RAYA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama Bulog dalam kerangka Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi melaksanakan sinergi penguatan pasokan kepada masyarakat melalui pengadaan 150 ton beras premium.
Kepala Perwakilan BI Kalteng, Yuliansah Andrias, di Palangka Raya, Selasa (13/10), menjelaskan melalui Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP), skema ini ditujukan untuk memperkuat pasokan, menjaga keterjangkauan harga beras dan melindungi daya beli masyarakat khususnya di tiga wilayah utama pencatatan Indeks Harga Konsumen (IHK), meliputi Palangka Raya, Kotawaringin Timur serta Kapuas.
"FDP merupakan langkah konkret untuk merespons tekanan inflasi, khususnya dari komoditas beras," jelasnya.
Dia mengatakan dengan skema ini, Bank Indonesia memfasilitasi biaya angkut agar pasokan dari daerah produsen dapat didatangkan dengan biaya distribusi yang lebih terkendali.
Pemimpin Wilayah Bulog Kalimantan Tengah Erwin Budiana menyampaikan dari 150 ton beras premium tersebut alokasinya yakni 75 ton untuk Palangka Raya, 50 ton untuk Kotawaringin Timur dan 25 ton untuk Kapuas.
"Ini menjadi krusial mengingat karakteristik geografis Kalimantan Tengah yang luas, jarak antar daerah yang relatif jauh, serta perlunya dukungan transportasi daerah dan air yang menuntut perencanaan distribusi secara cermat," terangnya.
Erwin berharap program fasilitas distribusi pangan ini menjadi fondasi berkelanjutan dalam membangun sistem distribusi pangan lebih responsif dan tangguh di Kalimantan Tengah.
Adapun berdasarkan hasil pemantauan dan rekapitulasi Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kalteng per 12 Oktober 2026 harga rata-rata beras premium adalah Rp17.195 per kilogram.
Sedangkan 150 ton beras premium yang pihaknya gelontorkan itu dijual dengan harga maksimal di Rp77 ribu per lima kilogram atau Rp15.400 per kilogramnya sesuai dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalteng Anang Dirjo mengatakan pengadaan ini bukan sekadar aktivitas perdagangan biasa, melainkan intervensi strategis untuk memperkuat pasokan dan menjaga stabilitas harga pangan.
"Kami meminta seluruh pihak memastikan beras ini terdistribusi tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pintanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!