Bantul Punya Strategi Baru agar Anak Muda Tak Melupakan Batik
📅 Sabtu, 10 Okt 2026, 14:18 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoYOGYAKARTA - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar lokakarya membatik sapu tangan bertajuk “Bersama Pembatik Milenial – Canting Milenial, Batik Kekinian” untuk meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap warisan budaya.
Ketua Dekranasda Kabupaten Bantul Emi Masruroh Halim di Bantul, Sabtu, mengatakan pengembangan batik perlu berjalan seiring dengan inovasi agar tetap diminati generasi muda.
“Kami ingin generasi muda tidak hanya mengenal batik sebagai warisan budaya, tetapi juga ikut merasakan proses kreatifnya," katanya.
Melalui praktik membatik sapu tangan, peserta diajak mengenal teknik membatik sekaligus mengembangkan kreativitas, serta membuka ruang pertemuan antara generasi muda, pembatik, dan pelaku industri kecil dan menengah (IKM) batik.
"Mereka dapat memahami nilai, keterampilan, dan kreativitas yang terkandung di dalamnya,” ujarnya.
Sementara itu, Pengurus Harian Dekranasda Kabupaten Bantul Yahya mengatakan lokakarya tersebut juga digelar dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional di Showroom Dekranasda Bantul, Kalurahan Ringinharjo.
"Kami mengenalkan proses membatik kepada generasi muda sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap batik sebagai warisan budaya dan identitas bangsa Indonesia," katanya.
Menurut dia, kelestarian batik sebagai warisan budaya yang telah diakui UNESCO perlu dijaga melalui berbagai upaya agar tidak hilang.
"Batik Indonesia telah diakui UNESCO, sehingga menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga dan mewariskannya kepada generasi penerus,” ujarnya.
Ia menjelaskan, batik Indonesia ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (Intangible Cultural Heritage/ICH) oleh UNESCO pada 2009 dalam sidang keempat Komite Antar-Pemerintah di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
"Pengakuan ini menjadi kebanggaan sekaligus pengingat pentingnya menjaga keberlangsungan tradisi membatik," katanya.
Yahya mengatakan Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu pusat tradisi batik, dengan sentra batik yang tersebar di antaranya di Kabupaten Bantul. Keberadaan sentra tersebut berpotensi menjadi peluang bagi generasi muda untuk belajar langsung dari para pembatik sekaligus mengembangkan kreativitas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!