Model Stabilisasi Makroekonomi Antar Hall dan Woodford Raih Nobel

Selasa, 13 Okt 2026, 03:10 WIB

STOCKHOLM - Dua ekonom Amerika Serikat (AS), Robert Hall dan Michael Woodford dianugerahi Hadiah Nobel bidang ekonomi pada hari Senin (12/10), atas karya mereka tentang bagaimana kebijakan moneter dan fiskal dapat membantu menstabilkan fluktuasi dalam perekonomian.

“Karya para peraih penghargaan telah memberi kita landasan teoretis yang stabil untuk model-model yang sekarang digunakan oleh bank sentral dan pemerintah di seluruh dunia,” kata dewan juri di Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia dalam sebuah pernyataan.

Ket. Foto: Dua ekonom Amerika Serikat (AS), Robert Hall (kiri) dan Michael Woodford dianugerahi Hadiah Nobel bidang ekonomi. — Sumber: Jonat han Nackstrand/AFP

“Dengan adanya instrumen-instrumen ini, kita lebih siap menghadapi guncangan ekonomi, seperti krisis energi atau perubahan mendadak dalam konsumsi rumah tangga,” kata John Hassler, ketua komite penghargaan, dalam pernyataan tersebut.

Selama krisis minyak pada tahun 1970-an, model Keynesian yang telah lama digunakan untuk menentukan kapan dan bagaimana tindakan harus diterapkan untuk mengatasi resesi atau fluktuasi ekonomi lainnya dinilai tidak lagi efektif.

Hal itulah yang memotivasi Hall dan Woodford untuk mengembangkan alat baru guna memahami respons kebijakan mana yang paling efektif.

“Alih-alih mendasarkan model pada hubungan statistik antara variabel makroekonomi, seperti inflasi, produksi, dan konsumsi, mereka memilih untuk membangunnya di atas fondasi mikroekonomi,” kata dewan juri akademi.

“Hal ini mencakup pemahaman tentang bagaimana keseluruhan massa rumah tangga dan bisnis individu memengaruhi perekonomian melalui tindakan mereka,” sebutnya.

Hadiah Nobel bidang ekonomi adalah satu-satunya Hadiah Nobel yang bukan termasuk dalam lima hadiah asli yang dibuat dalam wasiat ilmuwan Swedia Alfred Nobel, yang meninggal pada tahun 1896.

Sumbangan Bank Sentral AS

Penghargaan itu justru diciptakan melalui sumbangan dari bank sentral Swedia pada tahun 1968, yang membuat para pengkritik menyebutnya sebagai "Nobel palsu".

Namun, seperti halnya Hadiah Nobel di bidang kimia dan fisika, Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia memilih pemenangnya dan mengikuti proses seleksi yang sama.

Tahun lalu, penghargaan tersebut diberikan kepada Joel Mokyr, seorang warga Amerika-Israel, Philippe Aghion dari Prancis, dan Peter Howitt dari Kanada atas penelitian mereka tentang bagaimana teknologi mendorong dan memengaruhi pertumbuhan.

Seperti hadiah kategori lainnya, peraih Nobel di bidang ekonomi mendapatkan sertifikat diploma, medali emas, dan cek senilai 1,2 juta dollar AS.

Para peraih penghargaan akan menerima hadiah mereka dalam upacara resmi pada tanggal 10 Desember, bertepatan dengan peringatan kematian ilmuwan Alfred Nobel pada tahun 1896, yang menciptakan penghargaan ini dalam wasiatnya.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.