- Home
-
- Luar Negeri
-
- Hampir 30 Tahun Misterius,...
Hampir 30 Tahun Misterius, Kasus Pembunuhan Tupac Berujung Hukuman Berat
Rabu, 14 Okt 2026, 06:00 WIBLas Vegas - Duane âKeffe Dâ Davis, mantan pemimpin geng di Los Angeles yang pernah sesumbar melalui buku dan wawancara mengenai keterlibatannya dalam pembunuhan rapper Tupac Shakur, sebelum menyangkalnya saat menjalani persidangan, dijatuhi hukuman penjara minimal 40 tahun pada Selasa (13/10).
Mantan pemimpin geng tersebut dijatuhi hukuman penjara 40 tahun hingga seumur hidup karena mendalangi penembakan dari mobil yang menewaskan bintang hip-hop Tupac Shakur pada 1996 di Las Vegas. Putusan itu mengakhiri proses penuntutan atas kasus pembunuhan yang selama puluhan tahun tidak terungkap dan turut membentuk era keemasan musik rap.
Davis, 63 tahun, dinyatakan bersalah atas pembunuhan tingkat pertama pada Agustus lalu. Hukuman tersebut dijatuhkan dalam sidang di ruang pengadilan Las Vegas.
Sebelum Davis ditangkap pada 2023, pembunuhan Shakur menjadi salah satu kasus pembunuhan lama yang paling terkenal di Amerika Serikat selama hampir tiga dekade. Shakur ditembak saat duduk di kursi penumpang sebuah mobil SUV yang dikemudikan eksekutif label rekamannya, Marion âSugeâ Knight.
Pembunuhan tersebut mengakhiri karier salah satu musisi rap paling sukses secara komersial dan berpengaruh. Kasus itu juga memperkuat citra kekerasan yang melekat pada budaya hip-hop pada era 1990-an sekaligus memperuncing perseteruan rap gangster terkenal antara Pantai Timur dan Pantai Barat Amerika Serikat.
Meski Davis telah dinyatakan bersalah, pertanyaan mengenai siapa yang menarik pelatuk dalam penembakan yang menewaskan legenda rap berusia 25 tahun tersebut belum pernah terjawab secara meyakinkan.
Davis diadili dan dinyatakan bersalah karena merencanakan pembunuhan untuk membalas pemukulan terhadap keponakannya oleh Shakur dan anggota rombongan sang rapper di dalam kasino MGM Grand, kawasan Las Vegas Strip, pada 7 September 1996.
Davis dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat dan menyatakan akan mengajukan banding atas putusan tersebut.
Dipicu Perkelahian di Kasino
Perselisihan di kasino itu berawal dari permusuhan antara dua geng jalanan di wilayah Los Angeles, yakni South Side Compton Crips, yang menurut pengakuannya dipimpin oleh Davis, dan Mob Piru, kelompok yang dikaitkan dengan Shakur, Knight, serta label musik mereka, Death Row Records.
Anggota kedua kelompok berada di Las Vegas untuk menyaksikan pertandingan tinju perebutan gelar juara dunia kelas berat antara Mike Tyson dan Bruce Seldon pada malam itu.
Beberapa jam setelah perkelahian di kasino, Davis mengajak keponakannya dan dua rekan lainnya masuk ke dalam sebuah Cadillac putih. Mereka kemudian mencari Shakur dan Knight untuk membalas dendam.
Keterangan tersebut berasal dari cerita yang kemudian disampaikan Davis kepada polisi dalam penyelidikan kasus lain dan dikutip jaksa penuntut selama persidangan pembunuhan.
Davis mengatakan dirinya menyerahkan sepucuk senjata kepada dua pria yang duduk di kursi belakang Cadillac. Salah satu dari mereka kemudian melepaskan tembakan melalui jendela ketika mobil mereka berhasil menyusul dan berjalan berdampingan dengan kendaraan yang ditumpangi Knight dan Shakur di tengah lalu lintas.
Shakur terkena empat tembakan dan meninggal dunia di rumah sakit enam hari kemudian. Sementara itu, Knight mengalami luka ringan akibat serpihan peluru yang menggores kepalanya.
Knight kini menjalani hukuman penjara selama 28 tahun dalam kasus terpisah terkait tindak pidana pembunuhan tidak berencana atau voluntary manslaughter.
Pihak berwenang mengatakan mereka sejak lama meyakini Davis terlibat dalam pembunuhan Shakur, tetapi tidak memiliki cukup bukti untuk mendakwanya.
Situasi berubah setelah Davis secara terbuka menceritakan kisahnya dalam sejumlah penampilan media dan sebuah memoar. Bersama rekaman pertemuan rahasianya dengan penyidik, materi tersebut menjadi bagian utama dari bukti yang digunakan jaksa dalam perkara pembunuhan itu.
Dalam bukunya yang berjudul âCompton Street Legendâ, Davis menulis bahwa dirinya pernah dianggap sebagai tersangka dalam pembunuhan Shakur maupun Christopher Wallace, rapper pesaing yang dikenal dengan nama panggung The Notorious B.I.G.
Wallace, yang bernaung di bawah label Bad Boy Entertainment berbasis di New York, ditembak hingga tewas di Los Angeles pada Maret 1997.
Meski pembunuhan Wallace belum terpecahkan, selama bertahun-tahun muncul spekulasi bahwa ia dibunuh sebagai aksi balasan atas kematian Shakur beberapa bulan sebelumnya.
Davis tidak pernah didakwa sebagai orang yang secara langsung melepaskan tembakan yang menewaskan Shakur. Namun, hukum Nevada memungkinkan seseorang dijerat dengan dakwaan pembunuhan karena berperan serta dalam kejahatan tersebut.
Jaksa penuntut juga tidak pernah menyebutkan nama orang yang diduga sebagai penembak Shakur.
Ketiga pria lainnya yang berada di dalam Cadillac bersama Davis pada malam penembakan itu kini telah meninggal dunia.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Jangan Meratapi Kegagalan, Skuad Garuda Harus Bangun Hadapi Piala Asia
-
Raptors Resmi Pulangkan Kawhi Leonard Setelah Investigasi NBA
-
Pascabanjir Terjang Tapteng, KemenPU Buka Alur Sungai dan Perkuat Tebing
-
Siapa Mozza Axilla Gunarsa, Gadis Remaja yang Jasadnya Jadi Kerangka di Tol Semarang?
-
Atasi Sedimentasi Sungai Cisadane, Perumda Tangerang Optimalkan Normalisasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.