Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gejolak Minyak Dunia Mengancam, Wamenkeu Jamin Harga BBM Subsidi Tak Naik

2 Selasa, 13 Okt 2026, 17:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gejolak Minyak Dunia Mengancam, Wamenkeu Jamin Harga BBM Subsidi Tak Naik Gejolak Minyak Dunia Mengancam, Wamenkeu Jamin Harga BBM Subsidi Tak Naik Doc: ANTARA/ Darwin Fatir
Ket. Ilustrasi - Operator SPBU mengisikan BBM non subsidi jenis Pertalite ke mobil angkutan umum saat promosi satu harga dengan Premium beberapa waktu di Jalan Ratulangi, Makassar, Sulawesi Selatan.

JAKARTA – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung memastikan tidak ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi meski harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) menembus 112,81 dolar AS per barel pada September 2026.

“Enggak, enggak ada (kenaikan BBM),” kata Juda dalam acara Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di Jakarta, Selasa (13/10).

Saat ditanya mengenai dampak kenaikan harga minyak dunia, Juda mengatakan, pemerintah akan melakukan perhitungan ulang.

Namun, ia menegaskan, pemerintah tidak akan menaikkan subsidi BBM maupun memperlebar defisit anggaran akibat kenaikan harga minyak tersebut.

Juda juga menyatakan kebijakan subsidi ke depan akan lebih difokuskan agar lebih tepat sasaran.

"Enggak ada (kenaikan harga BBM tahun depan), jadi (subsidi) lebih difokuskan ya. Lebih ditarget," ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan rata-rata ICP September 2026 sebesar 112,81 dolar AS per barel, naik 23,38 dolar AS dibandingkan Agustus 2026 yang sebesar 89,43 dolar AS per barel.

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 395.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan September 2026.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, kenaikan ICP mencerminkan dinamika pasar minyak global yang dipengaruhi ketidakpastian geopolitik dan meningkatnya risiko gangguan pasokan.

“Rata-rata ICP bulan September 2026 yang melonjak naik menjadi 112,81 dolar AS per barel merupakan cerminan dari dinamika pasar minyak global yang dipengaruhi oleh tingginya ketidakpastian geopolitik dan meningkatnya risiko gangguan pasokan (supply disruption risk). Kenaikan ini terjadi secara menyeluruh pada seluruh benchmark internasional,” ujar Laode dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Senin lalu.

Kenaikan harga juga terjadi pada sejumlah acuan minyak dunia.

Pada September 2026, harga Brent naik 13,94 dolar AS menjadi 102,02 dolar AS per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) meningkat 13,24 dolar AS menjadi 95,69 dolar AS per barel.

Harga Dated Brent naik 25,93 dolar AS menjadi 116,77 dolar AS per barel, sementara Basket OPEC meningkat 24,29 dolar AS menjadi 110,73 dolar AS per barel.

Untuk Oktober 2026, ICP diproyeksikan masih berada pada level tinggi, tetapi mulai melandai ke kisaran 98–103 dolar AS per barel.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Luar Negeri
Dua Tahun Lalu Alvin Tedjo,...
Advertisement
Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada   

Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada  

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.