Bantuan Air Bersih untuk Tujuh Desa di Jembrana

Selasa, 13 Okt 2026, 23:27 WIB

Jembrana, Bali - Pemerintah Kabupaten Jembrana, Bali membantu air bersih bagi tujuh desa di wilayahnya yang terdampak kekeringan, yang menyebabkan ribuan keluarga kesulitan air bersih.

"Seribu lebih keluarga kesulitan mendapatkan air bersih karena dampak kekeringan. Bersama institusi lain, kami menyuplai kebutuhan pokok tersebut," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana I Putu Agus Artana Putra di Negara, Kabupaten Jembrana, Selasa.

Ket. Foto: Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra saat memberikan keterangan distribusi air bersih. — Sumber: Antara

Sebagian besar desa yang terdampak, kata dia, berapa di wilayah yang berdekatan dengan hutan karena debit air yang mengecil akibat kemarau panjang.

Selain itu, menurut dia, distribusi air bersih yang biasanya melalui pipa juga tidak bisa dilakukan, karena infrastruktur tersebut rusak parah akibat terjangan air banjir bulan Juli lalu.

"Sehingga selain mendistribusikan air bersih, kami juga melakukan perbaikan pipa bersama institusi lain. Perbaikan dilakukan bertahap," katanya.

Selain perbaikan pipa, juga dilakukan penambahan pompa air yang beberapa di antaranya bantuan dari instansi lain seperti Kejaksaan Tinggi Bali dan Polres Jembrana.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga sehari-hari, bersama PMI, TNI dan kepolisian pihaknya menambah volume distribusi ke tandon-tandon yang sudah disiapkan.

Menurut dia, tim gabungan memasang 18 tandon di lokasi-lokasi strategis desa terdampak dengan daya tampung antara 2.000-5.000 liter air.

"Stok air di tandon rata-rata habis dalam waktu dua hari. Sehingga kami harus bergerak cepat agar kebutuhan air bersih warga terus tercukupi," katanya.

Selain untuk kebutuhan warga, Pemkab Jembrana juga memantau dan memperhatikan air untuk keperluan pertanian yang juga terdampak kemarau panjang.

Agus mengatakan, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Badan Wilayah Sungai (BWS) untuk membangun pompa-pompa air di area persawahan.

"Mengacu pada prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, musim kemarau diprediksi masih akan berlangsung cukup panjang hingga bulan Januari mendatang. Sehingga sektor pertanian sangat membutuhkan tambahan pompa air," katanya.

Untuk menghindari dampak yang semakin parah, pihaknya minta semua pihak menjaga kelestarian hutan agar berfungsi optimal sebagai penyimpan cadangan air saat musim kemarau.

  • Air Bersih

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.