Indonesia-AS Terus Perkuat Kerja Sama Pertahanan lewat MDCP 2026

Senin, 12 Okt 2026, 13:12 WIB

JAKARTA - Indonesia dan Amerika Serikat terus memperkuat kerja sama pertahanan melalui Indonesia-US Major Defense Cooperation Partnership (MDCP) 2026 yang mencakup pendidikan militer, latihan bersama, hingga pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Menurut Atase Pertahanan RI Marsekal Pertama TNI Yose Ridha, dalam siaran pers Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington yang diterima di Jakarta, Senin (12/10), MDCP yang ditandatangani pada 13 April 2026 tersebut menjadi landasan penguatan kerja sama pertahanan kedua negara, termasuk melalui peningkatan kapasitas personel dan interoperabilitas kedua angkatan bersenjata.

Ket. Foto: Dubes RI untuk AS Indroyono Soesilo (memakai peci) memberikan potongan tumpeng kepada Atase Pertahanan RI Marsekal Pertama TNI Yose Ridha pada acara syukuran HUT ke-81 TNI di di KBRI Washington DC, AS, Jumat (9/10/2026). — Sumber: KBRI Washington

Kerja sama tersebut, kata Yose, memungkinkan sejumlah perwira TNI mengikuti pendidikan di berbagai lembaga militer Amerika Serikat, seperti US National Defense University, US Naval War College, US Army Command and General Staff College, US Air Force Academy, US Military Academy di West Point, serta US Naval Academy.

Selain itu, dengan kerja sama tersebut juga sempat digelar latihan bersama mencakup Super Garuda Shield 2026, Rim of the Pacific Exercise (RIMPAC) 2026 di Hawaii, Cope West Exercise, Multilateral Naval Exercise Komodo, dan Keris-MAREX yang melibatkan Korps Marinir TNI Angkatan Laut dan US Marine Corps.

Sementara itu, dalam bidang alutsista, Atase Pertahanan menyampaikan kedatangan gelombang pertama 12 unit kendaraan tempur amfibi AA M-35 dari rencana total 105 unit untuk Korps Marinir TNI AL.

Terdapat juga rencana pembangunan helikopter Bell dan Black Hawk serta pengadaan mesin General Electric untuk pesawat CN-235 produksi PT Dirgantara Indonesia.

Hal ini mengemuka di tengah acara syukuran HUT ke-81 TNI di di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington D.C., Amerika Serikat, Jumat (9/10), yang juga dihadiri Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Indroyono Soesilo.

Dalam kesempatan tersebut, Yose Ridha kembali menegaskan jati diri TNI sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional, dan Tentara Profesional.

Peringatan HUT ke-81 TNI tahun ini mengusung tema "TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur".

Dubes Indroyono, dalam sambutannya, juga mengingatkan perjalanan panjang pembentukan TNI yang berawal dari berhimpunnya berbagai unsur perjuangan, antara lain mantan anggota PETA, KNIL, Heiho, laskar Hizbullah, dan Tentara Pelajar.

Dia menyebut pemilihan Jenderal Soedirman sebagai Panglima Besar Tentara Keamanan Rakyat pada 12 November 1945 menjadi salah satu tonggak konsolidasi perjuangan militer Indonesia.

Perjalanan tersebut berlanjut melalui berbagai peristiwa penting, termasuk Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta yang menunjukkan kepada dunia internasional keberadaan Republik Indonesia dan TNI.

Sejarah pengabdian TNI juga berlanjut melalui kontribusi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia. Pengiriman Kontingen Garuda dimulai dengan penugasan ke Mesir pada 1957 dan terus berkembang dalam berbagai misi perdamaian internasional.

Peringatan di Washington D.C. itu juga memberikan penghargaan kepada keluarga, khususnya para istri prajurit, atas dukungan mereka ketika prajurit menjalankan tugas negara dengan berbagai risiko dan pengorbanan.

Melalui peringatan HUT ke-81 tersebut, semangat profesionalisme, kemanunggalan dengan rakyat, serta kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat kembali ditegaskan sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan Indonesia.

  • RI-AS

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.