Gunung Semeru Erupsi Terus Menerus dengan Tinggi Letusan Mencapai 1 Km
📅 Senin, 12 Okt 2026, 22:47 WIB | Oleh: Tim PenulisLumajang - Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) mengalami erupsi terus menerus sejak pukul 18.30 WIB hingga 20.00 WIB dengan jumlah erupsi sebanyak lima kali dengan tinggi letusan hingga 1 kilometer pada Senin malam.
Erupsi gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat pukul 18.35 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar pukul 700 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya.
"Selang beberapa menit kemudian atau pukul 18.41 WIB kembali terjadi erupsi dengan tinggi kolom letusan abu vulkanik teramati sekitar 600 m di atas puncak," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto dalam laporan tertulis di Lumajang.
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung.
Kemudian terjadi erupsi kembali Gunung Semeru pada pukul 19.44 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 700 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung.
"Pada pukul 19.55 WIB, Gunung Semeru erupsi dengan tinggi kolom letusan teramati 800 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung," katanya.
Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang itu erupsi lagi pada pukul 20:08 WIB dengan tinggi letusan semakin tinggi dibandingkan sebelumnya yakni mencapai 1 kilometer di atas puncak dengan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung.
Ia menjelaskan saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada status Level III atau Siaga. Dengan status Siaga tersebut, masyarakat pun tidak disarankan melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama pada wilayah sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak yang menjadi pusat erupsi.
"Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," katanya.
Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
Ia mengimbau masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ujar Liswanto.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!