Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Blok M Kini Bukan Sekadar Tempat Transit, Menjelma Jadi Oase Kuliner & Kongko di Tengah Hiruk-Pikuk Kota

📅 Senin, 12 Okt 2026, 18:56 WIB | Oleh:

Dari sisi fungsi kawasan, Blok M telah memadukan kegiatan komersial, hiburan, dan fasilitas publik. Namun, penyediaan hunian yang beragam dan terjangkau masih perlu diperkuat untuk mengurangi risiko gentrifikasi, yakni perubahan kawasan yang dapat meningkatkan biaya hidup dan menggeser penghuni atau pelaku usaha lama.

Deliani juga menyoroti pengelolaan parkir dan penggunaan ruang jalan yang masih perlu diarahkan untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan bermotor. Ia mendorong perbaikan akses pejalan kaki dan penyeberangan, penyediaan fasilitas pendukung serta penunjuk arah yang jelas, dan pelibatan masyarakat dengan kebutuhan mobilitas beragam dalam perencanaan hingga evaluasi kawasan.

Rencana revitalisasi Blok M

Kawasan Blok M–Sisingamangaraja telah ditetapkan sebagai kawasan berorientasi transit melalui Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 55 Tahun 2020. Sebagai pengelola kawasan TOD, peran MRT Jakarta tidak hanya terkait layanan kereta, tetapi juga pengembangan kawasan di sekitar simpul transit.

Salah satu rencana yang disiapkan adalah revitalisasi Blok M Hub, yang mencakup terminal dan Mal Blok M. Pemerintah DKI Jakarta dan MRT Jakarta telah mengungkap lima transformasi utama dalam rencana revitalisasi fase ultimate: modernisasi terminal, pengembangan kawasan multifungsi Blok M–ASEAN, peningkatan aksesibilitas dan integrasi, pengembangan destinasi komersial, serta penyediaan ruang terbuka publik yang lebih hijau dan nyaman.

Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan revitalisasi dilakukan bertahap. Terminal, kawasan ritel, dan podium ditargetkan selesai serta beroperasi pada 2029, sedangkan pengembangan kawasan multifungsi direncanakan berlanjut hingga 2030.

Ruang terbuka publik diproyeksikan menjadi lima kali lebih besar, sementara luas kawasan secara keseluruhan disebut meningkat hingga 10 kali lipat dibandingkan kondisi saat ini. MRT Jakarta juga menyatakan pengembangan mempertimbangkan keselamatan dan keamanan bangunan yang telah berusia 34 tahun.

Saat ini, Blok M Hub memiliki 334 tenant aktif dan dikunjungi lebih dari 25.000 orang setiap hari.

Revitalisasi membuka peluang untuk memperbaiki konektivitas dan kualitas ruang publik. Keberhasilannya tidak cukup diukur dari jumlah pengunjung atau pertumbuhan kegiatan komersial. Akses pejalan kaki, kenyamanan berpindah moda, dan ruang publik yang bisa dinikmati tanpa harus berbelanja juga perlu diperhatikan.

Blok M telah berkembang menjadi tujuan, bukan sekadar tempat transit. Tantangan berikutnya adalah memperbaiki pengalaman orang setelah turun dari kereta, mulai dari berjalan menuju tempat tujuan hingga berpindah ke moda lain, agar kawasan ini aman, nyaman, dan dapat diakses berbagai kelompok masyarakat. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
Inggris Minta Warganya Hind...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.