Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Universitas Terbuka Targetkan Layani Satu Juta Mahasiswa pada 2029

📅 Minggu, 11 Okt 2026, 15:28 WIB | Oleh:
Universitas Terbuka Targetkan Layani Satu Juta Mahasiswa pada 2029 Doc: ANTARA/Willi Irawan
Ket. Prosesi wisuda Universitas Terbuka (UT) Surabaya di Graha Universitas Surabaya (Unesa), Minggu (11/10).

SURABAYA -- Universitas Terbuka (UT) menargetkan dapat melayani minimal satu juta mahasiswa pada akhir tahun 2029 melalui sistem pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh yang memberikan kesempatan belajar bagi masyarakat di berbagai daerah.

“Di akhir 2029 kami akan memantaskan diri melayani minimal satu juta mahasiswa. Ini tentu saja harus dibuktikan bukan sekadar merayu masyarakat untuk bergabung di UT, tetapi yang paling penting adalah membuktikan bahwa alumni UT memiliki integritas, kebanggaan akademik, dan reputasi yang membanggakan di masyarakat,” kata Rektor UT Prof. Ali Muktiyanto saat wisuda UT Surabaya di Graha Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Minggu.

Pihaknya juga menargetkan dapat melayani 2,5 juta mahasiswa pada tahun 2045 sejalan dengan upaya memperluas kesempatan masyarakat meningkatkan kualifikasi dan kompetensi pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan.

Menurut dia, mayoritas mahasiswa UT sudah bekerja sehingga dapat menjalankan aktivitas pekerjaan sekaligus menempuh pendidikan tinggi. Dengan demikian mahasiswa tetap dapat berkontribusi dalam pembangunan sambil meningkatkan kualitas diri.

Ali menambahkan UT Surabaya menjadi salah satu unit layanan daerah terbesar di Indonesia yang secara konsisten menyelenggarakan wisuda setidaknya dua kali dalam setahun, dengan jumlah lulusan lebih dari 1.000 orang pada wisuda.

Jangkauan layanan UT Surabaya mencakup 18 kabupaten/kota, sedangkan mahasiswa yang terdaftar melalui unit tersebut berasal dari 118 kabupaten/kota di Indonesia.

Sistem pembelajaran terbuka dan jarak jauh memungkinkan masyarakat mengakses pendidikan tinggi dari berbagai wilayah.

Direktur UT Surabaya Prof. Suparti mengatakan sebanyak 1.351 lulusan mengikuti wisuda semester 2026/2027 ganjil pada 10–11 Oktober 2026. Jumlah tersebut berasal dari 2.314 pendaftar wisuda yang harus memenuhi persyaratan administrasi.

“Wisuda ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan kebanggaan bagi mahasiswa. Mereka yang mendaftar harus memenuhi persyaratan, termasuk administrasi. Namun, seluruh perlengkapan wisuda seperti toga dan tas diberikan secara gratis,” kata Suparti.

Ia menjelaskan layanan UT Surabaya secara langsung mencakup 18 kabupaten/kota, tetapi mahasiswa yang terdaftar berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan terdapat mahasiswa dari Aceh yang memilih mendaftar melalui UT Surabaya karena memperoleh pelayanan yang dibutuhkan.

Menurut Suparti, sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) juga memungkinkan mahasiswa mengikuti ujian dari lokasi berbeda melalui Automated Online Proctoring (AOP), sepanjang memiliki perangkat yang mendukung aplikasi serta koneksi internet memadai.

“Tidak ada kata terlambat untuk kuliah di UT dan tidak ada kata tidak bisa kuliah karena ada Universitas Terbuka. Kami berharap mampu terus meningkatkan layanan sehingga masyarakat semakin percaya bahwa UT Surabaya bisa diakses dari mana saja,” ujarnya.

Suparti menambahkan rata-rata masa studi lulusan mencapai delapan semester. Namun, mahasiswa yang memiliki kemandirian dan konsistensi belajar dapat menyelesaikan pendidikan lebih cepat, bahkan dalam tujuh semester atau sekitar tiga setengah tahun.

Wisuda tahun ini mengusung tema “Mewujudkan Generasi Inovatif, Berintegritas, dan Mendunia”. Para lulusan diharapkan mampu menerapkan ilmu dan kompetensi yang diperoleh untuk berkontribusi di lingkungan kerja maupun masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Luar Negeri
Pilu Penderitaan Warga Suda...
Daerah
Wali Kota Bandung Buka Turn...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.