Gunungkidul Dorong Seni Tradisi Jadi Daya Tarik Wisata Lewat Night Carnival
Minggu, 11 Okt 2026, 18:30 WIBGUNUNGKIDUL â Ribuan warga memadati jalur dari pertigaan Kepek hingga Pasar Argosari, Wonosari, Sabtu (10/10), untuk menyaksikan Gunungkidul Night Carnival (GNC) 2026. Digelar dalam rangka Hari Jadi ke-196 Kabupaten Gunungkidul, perhelatan ini menjadi hajatan budaya yang mempertemukan kelompok seni lintas daerah sekaligus membuka ruang bagi pelestarian tradisi dan pengembangan kreativitas.
Mengusung tema âGayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atineâ, acara yang diinisiasi Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Gunungkidul tersebut memadukan kekayaan seni tradisional dengan pertunjukan dalam kemasan modern. Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi seniman untuk menampilkan karya sekaligus memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat luas.
Pertunjukan di panggung utama kawasan Pasar Argosari dibuka dengan Tari Srikandi Handayani karya koreografer Mas Widi. Tarian yang menampilkan karakter perempuan tangguh itu sekaligus mengangkat peran perempuan dalam kepemimpinan di Kabupaten Gunungkidul.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyampaikan kebanggaannya atas keterwakilan perempuan dalam jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Menurutnya, lima posisi penting di daerah tersebut dijabat perempuan, yakni bupati, ketua DPRD, kapolres, kepala kejaksaan negeri, dan kepala pengadilan negeri. Tari Srikandi Handayani dihadirkan untuk merepresentasikan semangat perempuan yang mandiri, memiliki cita-cita tinggi, dan dapat diandalkan.
Dalam sambutannya, Endah juga mengingatkan pentingnya semangat kebersamaan dan kegigihan dalam membangun bangsa, sebagaimana pesan Proklamator Soekarno. Nilai gotong royong dan persatuan tersebut dinilai menjadi landasan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan tradisi dan budaya lokal.
âTema Hari Jadi tahun ini menegaskan tiga pilar keharmonisan hidup masyarakat kita: semangat kebersamaan dan kekeluargaan, raga yang sehat dan sejahtera, serta kedamaian batin dan kehidupan sosial yang seimbang,â tutur Bupati Endah.
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul, Agung Danarta, dalam laporan penyelenggaraan menyebutkan GNC 2026 diikuti 21 kelompok seni. Peserta berasal dari lima sekolah, yaitu SMAN 1 Wonosari, SMAN 2 Wonosari, SMKN 2 Wonosari, SMAN 1 Semanu, dan SMAN 1 Tanjungsari, serta sejumlah sanggar seni daerah.
Keterlibatan peserta dari luar Gunungkidul turut memperluas pertukaran budaya dalam perhelatan tersebut. Sejumlah delegasi hadir dari Kota Yogyakarta, Bantul, Sleman, Kulon Progo, Temanggung, Pacitan, Ciamis, serta Sanggar Sri Tanjung Banyuwangi, kelompok Reog Ponorogo gabungan, dan Sanggar Saraswati dari Bali.
Untuk menjangkau lebih banyak penonton, penyelenggara menyiapkan dua lokasi pertunjukan, yakni kawasan Pemda Gunungkidul dan panggung utama Pasar Argosari. Masyarakat yang tidak dapat menyaksikan secara langsung juga bisa mengikuti acara melalui siaran langsung di kanal YouTube Kebudayaan Gunungkidul dan Dhaksinarga TV.
Selain menjadi ruang ekspresi seni, GNC 2026 turut memberi kesempatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menjangkau pengunjung. Bazar UMKM digelar di Jalan Veteran, sisi selatan kompleks Pemda, serta di area taman parkir Pasar Argosari di belakang panggung kehormatan. Pada akhir kegiatan, cinderamata diserahkan oleh bupati kepada perwakilan kontingen sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.
Endah menilai kehadiran delegasi dari berbagai daerah dapat menjadi kesempatan untuk saling belajar dan mengembangkan pertunjukan seni. Pengalaman tersebut diharapkan memberi inspirasi bagi pelaku seni Gunungkidul untuk berinovasi tanpa meninggalkan akar budaya Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga berencana meningkatkan pembinaan terhadap sanggar-sanggar seni lokal. Pemanfaatan Dana Keistimewaan diharapkan tidak hanya mendukung penyelenggaraan festival, tetapi juga mendorong tumbuhnya industri kebudayaan yang berkelanjutan. Karya seni lokal diharapkan dapat mengisi ruang pertunjukan di destinasi wisata maupun hotel sehingga memperluas kesempatan berkarya bagi seniman sekaligus menambah daya tarik pariwisata daerah.
- Kesenian
- Gunung Kidul
- Dinas Kebudayaan
- Karnaval Budaya
Redaktur: Eko S
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Pemerintah Kabupaten Lembata Batasi Aktivitas Wisata di Kawasan Gunung Ile Lewotolok
-
Puluhan Hewan di Gunungkidul Terpapar Antraks, Ini Langkah Cepat Kementan
-
MICE Salah Satu Kunci Pendorong Nilai Baru Pariwisata RI Menuju 2027
-
Wamenag: Pelaku Kekerasan Seksual Tak Boleh Dapat Toleransi
-
Kabar Baik! OJK Sumut Genjot Literasi Keuangan Lewat 406 Kegiatan hingga Agustus
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.