Wabup Sleman: Kepedulian Lingkungan Jadi Tolok Ukur Karakter Pemimpin

Senin, 19 Okt 2026, 14:00 WIB

SLEMAN—Kepedulian terhadap lingkungan dinilai menjadi salah satu tolok ukur karakter seorang pemimpin. Kemampuan memimpin tidak hanya terlihat dari kecakapan mengarahkan organisasi, tetapi juga dari kesediaan mengambil tanggung jawab atas dampak perilaku terhadap lingkungan.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengatakan, persoalan sederhana seperti pengelolaan sampah dapat mencerminkan sikap dan tanggung jawab seseorang sebagai pemimpin. Kesadaran tersebut perlu ditanamkan sejak dini, termasuk kepada generasi muda yang kelak akan mengambil peran kepemimpinan.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Pemkab Sleman

“Kepemimpinan diuji melalui hal-hal sederhana seperti bagaimana kita memperlakukan lingkungan, bagaimana mengelola sampah, dan sejauh mana kita bersedia mengambil tanggung jawab atas dampak dari perilaku kita sendiri,” tegas Danang dalam Latihan Kepemimpinan dan Workshop Pengolahan Sampah Plastik di Villa Kumala, Pakembinangun, Pakem, Minggu (18/10).

Kegiatan yang diinisiasi Himpunan Mahasiswa Lampung Universitas Alma Ata Yogyakarta tersebut memadukan pembentukan karakter kepemimpinan dengan pemahaman mengenai penanganan sampah plastik.

Danang mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam membahas persoalan kepemimpinan dan lingkungan secara bersamaan. Menurutnya, esensi kepemimpinan tidak sebatas kemampuan mengelola atau mengarahkan sebuah organisasi.

Perhatian terhadap persoalan lingkungan menjadi penting karena setiap tindakan memiliki konsekuensi yang harus dipertanggungjawabkan. Karena itu, kepemimpinan juga perlu diwujudkan melalui kebiasaan sehari-hari, termasuk dalam memperlakukan lingkungan dan mengelola sampah.

Ketua DPRD DIY Nuryadi berharap kolaborasi pemerintah daerah dengan kalangan mahasiswa dapat ikut melahirkan calon pemimpin yang tangguh, mampu menawarkan solusi, serta memiliki kepekaan terhadap kelestarian lingkungan.

“Siapkan mental kalian, karena pengganti kita adalah kalian,” kata Nuryadi.

Sementara itu, perwakilan Himpunan Mahasiswa Lampung Universitas Alma Ata Yogyakarta Yogi Atma Setyawan mengatakan tema pelatihan dipilih karena berkaitan dengan persoalan yang dihadapi masyarakat Yogyakarta saat ini.

Pengetahuan yang diperoleh mahasiswa dari kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada peserta pelatihan. Pemahaman mengenai kepemimpinan dan pengelolaan lingkungan juga diharapkan dapat diterapkan sekaligus dibagikan kepada masyarakat.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.