Google Bangun Pusat Data AI Terbesar di Luar AS, Warga India Khawatir Krisis Air
📅 Minggu, 11 Okt 2026, 14:42 WIB | Oleh: Tim PenulisVisakhapatnam, India – Poster kampanye yang menampilkan logo Google terbelenggu borgol dan poster lainnya bertuliskan peringatan bahwa masyarakat "tidak bisa minum data" menjadi simbol penolakan terhadap rencana pembangunan fasilitas kecerdasan artifisial (AI) berskala besar milik raksasa teknologi tersebut di India.
Sejumlah alat berat mulai bekerja membersihkan kawasan hutan dan lahan pertanian di pesisir tenggara India untuk pembangunan pusat data Google senilai 15 miliar dolar AS atau sekitar Rp240 triliun. Fasilitas tersebut direncanakan menjadi pusat data terbesar Google di luar Amerika Serikat.
Proyek di Visakhapatnam, Negara Bagian Andhra Pradesh, kota pelabuhan yang kerap disebut Vizag, didukung pemerintah India sebagai salah satu fondasi ambisi negara itu dalam pengembangan teknologi.
Namun, banyak warga khawatir pusat data tersebut—satu dari sejumlah proyek teknologi berskala besar yang direncanakan di Vizag—akan membebani pasokan air dan listrik, merusak lingkungan, serta tidak memberikan lapangan kerja yang sebanding dengan dampaknya.
Petani Chandala Sadamma mengatakan kepada AFP bahwa dirinya merasa ingin menangis ketika melihat bekas galian berwarna merah di lahan yang sebelumnya ditumbuhi pohon mangga dan jambu mete miliknya.
Ia menerima pembayaran lebih dari 82.000 dolar AS untuk lahan seluas dua ekar atau sekitar 0,8 hektare. Namun, transaksi tersebut meninggalkan kekecewaan.
"Suatu perusahaan datang dan, tanpa menunjukkan rasa hormat, mereka mengambil tanah itu dan kami menerimanya," kata perempuan berusia 50 tahun tersebut.
Vizag merupakan titik pendaratan kabel internet bawah laut yang menghubungkan India dengan Singapura. Karena itu, lokasi proyek seluas 600 ekar atau sekitar 243 hektare—lebih dari 340 lapangan sepak bola—dinilai ideal bagi pembangunan pusat data.
"Kami berkomitmen pada investasi AI Hub ini untuk beberapa dekade ke depan," kata Kepala Infrastruktur dan Energi Google untuk kawasan Asia Pasifik, Alexander Smith. Ia menegaskan komitmen tersebut juga disertai kewajiban untuk menjadi tetangga yang baik.
"Daerah aliran sungai, jaringan listrik, dan masyarakat di sekitar fasilitas kami harus berada dalam kondisi yang lebih baik berkat kehadiran kami," ujarnya.
Pemerintah Andhra Pradesh mengatakan kepada AFP bahwa selain memberikan kompensasi finansial, pihaknya juga membangun rumah baru untuk diserahkan kepada warga yang sebelumnya tinggal di kawasan proyek.
'Mengapa harus di sini?'
Pemerintah dan perusahaan teknologi di berbagai negara menggelontorkan investasi hingga triliunan dolar AS untuk membangun pusat data, yakni bangunan yang dipenuhi rak server komputer untuk menjalankan aplikasi dan perangkat AI.
Namun, pembangunan fasilitas tersebut memicu penolakan di sejumlah negara. Baru-baru ini, otoritas di Finlandia memerintahkan penghentian sementara pekerjaan di dua lokasi pusat data Google sambil menunggu pelaksanaan kajian lingkungan yang diwajibkan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!