Formula 1: Hamilton dan Verstappen Kritik Sprint Race GP Singapura, Minta Sirkuit Diubah
Minggu, 11 Okt 2026, 00:25 WIBSINGAPURA â Max Verstappen dan Lewis Hamilton menilai Sirkuit Jalan Raya Marina Bay di Singapura kurang ideal untuk menggelar sprint race Formula 1. Keduanya meminta perubahan desain lintasan agar peluang menyalip lebih terbuka dan balapan lebih menarik untuk disaksikan.
Kritik tersebut disampaikan setelah Verstappen memenangi sprint race perdana di Singapura, Sabtu (10/10). Pembalap Red Bull itu finis di depan Hamilton dari Ferrari dalam balapan 20 putaran yang minim aksi salip-menyalip.
Hujan yang menunda start, sulitnya menyalip, serta sembilan pembalap yang tercatat gagal menyelesaikan balapan mewarnai sprint race tersebut. Sebagian besar drama justru muncul akibat kecelakaan, bukan persaingan langsung untuk merebut posisi.
Verstappen menilai sprint race seharusnya tidak digelar di sirkuit yang hampir tidak menyediakan kesempatan untuk menyalip.
âSaya rasa kita tidak seharusnya menggelar sprint race di tempat yang membuat pembalap tidak bisa menyalip,â kata Verstappen kepada wartawan setelah meraih kemenangan pertamanya di sirkuit tersebut.
âSaya tidak masalah, saya hanya menjalankan tugas saya. Namun, format balapan seperti ini bukan yang saya sukai.â
Juara dunia asal Belanda itu juga menyoroti efektivitas overtake mode, fitur tambahan tenaga yang dirancang untuk membantu pembalap melakukan manuver menyalip.
âOvertake mode hampir tidak memberikan pengaruh di sini. Anda tidak mendapatkan banyak keuntungan di lintasan lurus. Kita membutuhkan lintasan lurus yang lebih panjang atau tikungan tajam seperti hairpin agar peluang menyalip lebih besar,â ujarnya.
Menurut Verstappen, perubahan desain lintasan diperlukan agar sprint race di Singapura dapat menghadirkan persaingan yang lebih terbuka.
Hamilton: Hujan yang Membuat Balapan Menarik
Hamilton memiliki pandangan serupa. Meski menikmati tantangan mengemudi di Marina Bay, pembalap Inggris tersebut menilai karakter lintasan perlu diperbaiki agar balapan tidak terlalu bergantung pada kondisi cuaca atau insiden.
Hamilton mengatakan dirinya telah membicarakan persoalan tersebut dengan Verstappen seusai balapan.
âSaya menyukai balapan di sini. Namun, saya baru saja mengatakan kepada Max bahwa menurut saya lintasan ini perlu diubah, mungkin dengan menambahkan lintasan lurus yang lebih panjang agar benar-benar menjadi sirkuit balap yang hebat,â kata Hamilton.
Ia menilai Marina Bay merupakan sirkuit yang menarik untuk dikendarai dalam satu putaran, terutama saat kualifikasi. Namun, peluang untuk melakukan manuver menyalip dalam balapan sangat terbatas.
âIni sirkuit yang hebat untuk dikendarai dalam satu putaran dan saat kualifikasi. Namun, pada dasarnya hanya ada satu tempat yang memungkinkan Anda mendekati lawan untuk mencoba menyalip,â ujarnya.
Hamilton bahkan menilai balapan tersebut berpotensi berlangsung membosankan apabila digelar dalam kondisi kering.
âSaya merasa balapannya menyenangkan. Namun, jika berlangsung dalam kondisi kering, mungkin itu akan menjadi balapan paling membosankan untuk ditonton. Hujanlah yang membuatnya menarik,â katanya.
Safety Car Kembali Jadi Faktor Penentu
Sprint race Singapura kembali memperlihatkan betapa besar pengaruh insiden terhadap jalannya balapan di sirkuit jalan raya tersebut.
Dari total 20 putaran, enam putaran berlangsung di belakang safety car. Situasi ini bukan hal asing di Marina Bay, yang memiliki karakter lintasan sempit dengan dinding pembatas sangat dekat dengan jalur balap.
George Russell menjadi korban pertama setelah kehilangan kendali dan menabrak dinding pada tikungan terakhir putaran pembuka, ketika sedang memimpin lomba. Sementara itu, dua mobil McLaren terlibat tabrakan pada putaran terakhir ketika memperebutkan posisi podium.
Secara historis, posisi start juga sangat menentukan hasil di Singapura. Sebanyak 11 dari 16 kemenangan yang tercatat dalam data materi sumber diraih oleh pembalap yang memulai balapan dari pole position.
Kombinasi sulitnya menyalip dan tingginya risiko kecelakaan membuat karakter Marina Bay kembali menjadi bahan perdebatan, terutama ketika sirkuit tersebut digunakan untuk format sprint yang menuntut aksi cepat dalam jarak balapan lebih pendek.
Leclerc: Sprint Race Tidak Cocok di Sirkuit Jalan Raya
Pembalap Ferrari Charles Leclerc, yang finis di posisi ketiga, bahkan mempertanyakan relevansi sprint race di sirkuit jalan raya secara umum.
Menurut Leclerc, baik Singapura maupun Monaco bukan tempat yang tepat untuk format balapan tersebut.
âSaya tidak berpikir sprint race masuk akal untuk digelar di sirkuit jalan raya secara umum,â kata Leclerc.
âBaik di sini maupun di Monaco, menurut saya format ini tidak memberikan tambahan apa pun bagi akhir pekan balapan.â
Sprint race merupakan balapan jarak pendek yang digelar pada Sabtu, dengan delapan poin diberikan kepada pemenang. Dalam format ini, sesi kualifikasi sprint menggantikan sesi latihan bebas kedua yang biasanya berlangsung pada hari Jumat.
Sprint race Singapura menjadi seri keenam sekaligus terakhir dalam kalender musim tersebut. Singapura tidak masuk kalender sprint untuk musim berikutnya, yang menurut materi sumber mencakup 10 seri, sementara Monaco justru dijadwalkan menjadi salah satu tuan rumah.
Kritik dari Verstappen, Hamilton, dan Leclerc pun menghidupkan kembali perdebatan mengenai kesesuaian format sprint dengan sirkuit jalan raya. Bagi ketiganya, tantangan mengemudi di Marina Bay tetap menarik, tetapi balapan akan lebih kompetitif jika pembalap memiliki lebih banyak kesempatan untuk bertarung secara langsung di lintasan.
- Formula 1
- Lewis Hamilton
- GP Singapura
- Max Verstappen
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Kano Sprint Loloskan Dua Wakil ke Final
-
Wisata Bromo Dibuka Kembali, Polres Probolinggo Patroli Cegah Karhutla
-
Kemensos: 4.000 Ketua RT di Jakarta Pusat Disiapkan untuk Jadi Agen Perlindungan Sosial
-
Nusa Penida Dibidik Jadi Destinasi Hijau, Pariwisata Tak Boleh Rusak Alam
-
Jejak Evolusi di Balik Kompleksitas Otak Manusia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.