Memalukan, PSIM Digunduli Persija Jakarta 0-4, Perlu Evaluasi Pelatih
Minggu, 11 Okt 2026, 00:34 WIBBANTUL â Hasil memalukan dipetik PSIM Yogyakarta karena digunduli Persija Jakarta 0-4, padahal main dikandang. Hasil ini mengharuskan evaluasi terhadap pelatih, kalah melulu. Ini jelas hasil mengecewakan para supporter.
Gelandang PSIM Yogyakarta Ze valente ngeles dengan mengatakan, kualitas Persija Jakarta berada di level yang berbeda setelah timnya kalah 0-4 dalam pertandingan Super League 2026/2027 di Stadion Sultan Agung (SSA), Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu.
"Kualitas mereka terkadang memang berada di level yang berbeda dengan kami, jadi kami harus terus bekerja keras," kata Ze Valente dalam konferensi pers seusai pertandingan di SSA Bantul, Sabtu.
Ia menyadari kapasitas dan permainan PSIM Yogyakarta saat ini berbeda dengan Persija Jakarta, terutama karena kedua tim memiliki target yang berbeda.
"Kami sadar bahwa kami adalah tim yang berbeda dengan Persija, di mana kami berjuang untuk target yang berbeda," ujarnya.
Ze Valente mengatakan dirinya bersama rekan-rekannya berusaha menikmati pertandingan dan mengerahkan kemampuan terbaik sebelum akhirnya PSIM kebobolan gol pertama pada menit ke-77.
"Kami sudah berusaha sebaik mungkin, meski di menit-menit akhir kami menderita lebih dari yang kami perkirakan," katanya.
Menurut dia, Persija merupakan salah satu tim besar di Indonesia yang memiliki target dan anggaran berbeda dibandingkan dengan PSIM Yogyakarta.
Kendati demikian, ia mengaku bangga terhadap mentalitas para pemain PSIM Yogyakarta dalam menghadapi Persija.
"Kami tahu tidak mudah menghadapi ekspektasi sebesar ini," ujarnya.
Ze Valente mengatakan dirinya bersama seluruh pemain PSIM akan terus berjuang untuk meraih poin pada pertandingan berikutnya guna mengejar ketertinggalan.
"Kami akan terus bekerja keras agar bisa memenangkan pertandingan berikutnya," katanya.
Sementara itu, pelatih PSIM Yogyakarta Jean Paul Van Gastel menyatakan bangga terhadap kekompakan dan atmosfer timnya meskipun hasil akhir pertandingan tidak berpihak kepada PSIM.
"Saya bangga dengan tim saya, namun sayangnya di sekitar menit ke-75 atau 76, kami kebobolan gol," katanya.
Ia mengakui PSIM Yogyakarta tidak mampu membendung serangan-serangan Persija Jakarta pada menit-menit akhir pertandingan.
"Saya rasa tim saya sudah mengerahkan segalanya di lapangan. Menurut saya, tim kita masih hidup dan berjuang penuh semangat, meski harus diakui kita memang butuh poin," ujarnya.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Astra Perkuat Tiga Bisnis Inti
-
Tangerang Masuk Zona Merah Kekeringan
-
STY Dapat Ucapan Diskriminatif saat Lawan Java United, Persija Laporkan ke Komdis PSSI
-
Pelatihan Tenaga Kerja Terampil Berbasis Kompetensi di Kota Mojokerto
-
BPBD Banjarmasin Kerahkan Personel Bantu Penanganan Karhutla di Banjar dan Batola
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.