Karnaval Budaya Irau Malinau 2026 Didukung Kemenpar, Ini Jadi Peluang Dongkrak Wisata Daerah

Sabtu, 10 Okt 2026, 06:43 WIB

MALINAU - Karnaval Budaya Nusantara Irau Ke-12 dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-27 Kabupaten Malinau Tahun 2026 mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI).

“Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau mendapat dukungan dari pemerintah pusat melalui Kemenpar RI untuk penyelenggaraan kegiatan rangkaian HUT Kabupaten Malinau Tahun 2026, yaitu Karnaval Budaya Nusantara Irau Malinau Ke-12,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Malinau Kristian di Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara), Jumat (9/10)

Ket. Foto: Pemkab Malinau menggelar rapat finalisasi persiapan HUT ke-27 dan IRAU ke-12 Malinau di Kantor Bupati Malinau, Kalimantan Utara, Jumat (9/10). — Sumber: Antara foto/HO-Prokompim Malinau

Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap pelaksanaan kegiatan budaya di Kabupaten Malinau.

Dia berharap seluruh pihak yang terlibat dapat berpartisipasi aktif agar Karnaval Budaya Nusantara yang akan digelar pada HUT Ke-27, Senin (26/10) nanti akan berlangsung meriah, tertib, dan menjadi ruang untuk memperkuat persatuan dalam keberagaman.

“Dipimpin Pak Sekretaris Daerah Malinau Ernes Silvanus, kita menggelar rapat finalisasi persiapan HUT ke-27 dan IRAU ke-12 Malinau dengan instansi terkait di Kantor Bupati Malinau hari ini,” katanya.

Kristian menyebutkan, Karnaval Budaya Nusantara Irau ke-12 diperkirakan akan diikuti sekitar 23.000 peserta dan melibatkan 11 etnis, 15 paguyuban, serta pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Malinau.

“Jumlah peserta tersebut berdasarkan laporan masing-masing etnis dan paguyuban yang akan ambil bagian dalam karnaval,” jelasnya.

Seluruh peserta, kata dia, diharapkan mengenakan pakaian adat dari daerah masing-masing. Selain menjadi bagian dari kemeriahan perayaan, karnaval ini juga menjadi wadah untuk memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara sekaligus menumbuhkan sikap saling menghormati di tengah keberagaman masyarakat.

“Karena ini karnaval budaya, kita minta seluruh peserta menggunakan pakaian adat masing-masing. Bukan sekadar ikut meramaikan, tetapi juga memahami bahwa setiap budaya memiliki nilai yang harus dihormati,” katanya.

Dia menyebutkan, peserta berasal dari berbagai kelompok masyarakat adat dan paguyuban, termasuk pelajar tingkat SD, SMP, SMA/SMK, serta sekolah sederajat lainnya. Pelibatan pelajar diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya daerah.

Terkait pelaksanaan karnaval, Kristian menjelaskan bahwa kegiatan akan berlangsung dengan berjalan kaki, dengan rute sekitar 1 hingga 1,5 kilometer. Peserta akan dilepas dari Stadion Malinau dan berakhir di kawasan Padan Liu’ Burung.

Untuk menampilkan kesenian masing-masing, kata dia lagi, peserta diperbolehkan membawa alat musik dan properti budaya yang dapat dibawa secara mandiri. Penggunaan pengeras suara juga dimungkinkan untuk mendukung penampilan seni selama perjalanan.

Namun, panitia tidak memperbolehkan penggunaan kendaraan hias dalam karnaval tersebut. Peralatan musik dan properti berukuran besar yang membutuhkan kendaraan diharapkan dapat disesuaikan, misalnya dengan menggunakan gerobak dorong, sehingga konsep karnaval berjalan kaki tetap terjaga.

“Kalau propertinya bisa dibawa sendiri, silakan dibawa. Untuk peralatan musik, sedapat mungkin tidak menggunakan kendaraan, tetapi bisa dimodifikasi dengan gerobak dorong,” jelasnya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.