Piala Asia 2027 Mundur, AFC Jangan Jadi Pelayan Arab Saudi

Rabu, 04 Nov 2026, 07:03 WIB

JAKARTA – Keputusan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menggeser penyelenggaraan Piala Asia 2027 hingga bulan Desember menyisakan pertanyaan besar. Ini bukan semata-mata soal perubahan jadwal, melainkan juga mengenai prioritas dan independensi AFC dalam mengambil keputusan. Turnamen tersebut tidak seharusnya mundur dan jika Arab Saudi tdak sanggup seharusnya memindahkan penyelenggaraan ke negara lain yang lebih kondusif.

Piala Asia 2027 semula dijadwalkan berlangsung pada tanggal 7 Januari hingga 5 Februari 2027. Namun, AFC menetapkan jadwal baru pada tanggal 23 Desember 2027 hingga 21 Januari 2028. Perubahan ini membuat seluruh negara peserta harus kembali menyesuaikan program persiapan dan kalender kompetisi.

Ket. Foto: Para tamu menghadiri upacara pembukaan pengundian akhir Piala Asia AFC 2027 di Diriyah, di pinggiran Riyadh, pada 9 Mei 2026. Edisi ke-19 Piala Asia ini dijadwalkan berlangsung mulai 7 Januari hingga 5 Februari tahun depan di Arab Saudi. — Sumber: AFP/FAYEZ NURELDINE

AFC berdalih keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah, persoalan logistik, serta kelancaran perjalanan tim dan suporter. Keselamatan pemain, ofisial, dan penonton menjadi alasan utama perubahan jadwal.

Alasan keamanan tentu tidak bisa diabaikan. “Namun, penundaan hampir 11 bulan menimbulkan pertanyaan: apakah mempertahankan Arab Saudi sebagai tuan rumah merupakan pilihan terbaik bagi sepak bola Asia,” ujar pengamat sepak bola, Arman Prasetyo

Dia menilai AFC seharusnya memiliki rencana alternatif yang lebih konkret. “Kalau persoalannya keamanan, AFC semestinya mempertimbangkan opsi memindahkan tuan rumah. Memang bukan perkara mudah, tetapi menunda hampir setahun juga bukan keputusan sederhana. Ada 24 negara peserta yang harus menyesuaikan program mereka,” ujarnya.

Menurutnya, sejumlah negara Asia memiliki infrastruktur dan pengalaman untuk menyelenggarakan turnamen internasional. Karena itu, mempertahankan Arab Saudi tidak seharusnya menjadi satu-satunya pilihan.

“Jangan sampai muncul kesan bahwa kepentingan tuan rumah lebih penting daripada kepentingan sepak bola Asia,” jelasnya. ben/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.