Bulog Cirebon Lanjutkan Penyerapan Gabah Petani, Potensi Produksi Padi Capai 108.000 Ton.

Sabtu, 10 Okt 2026, 18:18 WIB

Perum Bulog Cabang Cirebon, Jawa Barat, melanjutkan penyerapan gabah petani hingga akhir tahun ini dengan memanfaatkan potensi produksi padi di wilayah kerjanya yang diperkirakan mencapai 108.000 ton pada Oktober 2026.

Kepala Perum Bulog Cabang Cirebon Abdillah Luhur Nuratmaja di Cirebon, Sabtu, mengatakan potensi produksi di empat wilayah operasionalnya menjadi dasar untuk menjaga pembelian gabah tetap berlangsung meskipun bukan periode panen raya.

Ket. Foto: Kondisi sawah siap panen di Cirebon, Jawa Barat. — Sumber:

“Selama potensi produksi masih ada dan harga gabah masih bisa dibeli dengan skema Public Service Obligation (PSO), penyerapan akan tetap berjalan sampai akhir tahun,” katanya.

Ia menuturkan empat wilayah operasional tersebut meliputi Kota dan Kabupaten Cirebon, Kuningan, serta Majalengka dengan pembelian menyesuaikan ketersediaan gabah di setiap daerah.

Hingga 8 Oktober 2026, kata dia, penyerapan gabah dan beras secara nasional mencapai 4,1 juta ton, melampaui target pemerintah sebesar 4 juta ton.

Pihaknya sendiri saat ini telah menyerap sekitar 300.000 ton setara gabah dari target prognosa 340.000 ton sepanjang 2026, dengan peluang penambahan volume hingga akhir tahun.

“Sekarang penyerapan stabil di sekitar 300 ton sehari. Jumlah tersebut menurun dibandingkan periode panen raya pada April hingga Mei, ketika pembelian gabah sempat mencapai 7.000 ton per hari menyusul tingginya ketersediaan hasil panen di sejumlah daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan Bulog membeli gabah dengan harga Rp6.500 per kilogram melalui skema PSO, yakni penugasan pelayanan publik untuk mendukung penyerapan hasil panen petani.

“Untuk November dan Desember, Perum Bulog masih melayani penyerapan gabah dengan skema maklun,” katanya.

Melalui mekanisme maklun, lanjut dia, gabah yang dibeli Bulog digiling oleh mitra penggilingan, kemudian beras hasil pengolahannya dikembalikan ke gudang untuk disimpan sebagai Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).

Ia mengemukakan saat ini, Bulog Cabang Cirebon menguasai stok beras medium sekitar 183.000 ton yang ditampung di gudang induk milik sendiri dan fasilitas pergudangan sewaan.

Abdillah mengatakan gudang induk Bulog memiliki kapasitas sekitar 125.000 ton, sedangkan kebutuhan penyimpanan tambahan dipenuhi melalui 26 unit jasa pergudangan di wilayah Cirebon dan sekitarnya.

“Adapun stok beras premium yang dikuasai Bulog Cabang Cirebon saat ini mencapai sekitar 900 ton untuk mendukung ketersediaan pasokan pangan di wilayah kerjanya,” ucap dia.

  • Bulog Cirebon serap gabah petani

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.