Rebranding Harvest: Dari Kue Perayaan Menuju Kebahagiaan Setiap Hari
Rabu, 23 Sep 2026, 14:55 WIBJAKARTA â Harvest, jenama bakery-patisserie yang telah hadir di Indonesia selama 22 tahun, resmi melakukan rebranding dengan memperbarui identitas dan pengalaman pelanggan. Transformasi tersebut menjadi langkah baru Harvest untuk memperluas perannya, dari merek yang selama ini lekat dengan kue tart dan berbagai momen perayaan menjadi bakery-patisserie yang juga hadir dalam keseharian masyarakat.
Rebranding yang diumumkan pada 21 September 2026 ini membawa gagasan bahwa kebahagiaan tidak selalu harus menunggu datangnya momen istimewa. Harvest ingin menghadirkan produk dan pengalaman yang dapat dinikmati lebih sering dalam berbagai kesempatan sederhana sehari-hari, tanpa meninggalkan kekuatannya sebagai pilihan untuk perayaan (celebration) dan hadiah (gifting).
Perubahan tersebut tidak dimaksudkan untuk menghilangkan identitas yang telah dibangun Harvest selama lebih dari dua dekade. Sebaliknya, perusahaan menyebut langkah ini sebagai upaya untuk mendefinisikan kembali cara jenama berinteraksi dengan pelanggan di tengah perubahan preferensi konsumen terhadap makanan, desain, gaya hidup, serta cara menemukan dan menikmati suatu produk.
Chief Executive Officer Harvest, Sylvia Andriani Rizal, mengatakan bahwa selama 22 tahun, Harvest telah menjadi bagian dari berbagai momen spesial masyarakat Indonesia. Kini, perusahaan ingin memperluas peran tersebut agar dapat lebih dekat dengan pelanggan dalam keseharian.
âSelama 22 tahun, Harvest telah menjadi bagian dari banyak momen spesial masyarakat Indonesia. Kini kami ingin memperluas peran tersebut agar Harvest dapat hadir dalam lebih banyak momen sederhana setiap hari. Kami tetap menjaga kualitas dan craftsmanship yang telah dipercaya pelanggan, sambil terus berinovasi agar Harvest semakin relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka hari ini,â ujar Sylvia melalui keterangannya pada Rabu (23/9).
Dari Occasion-driven ke Bagian dari Keseharian
Salah satu perubahan utama dalam strategi jenama adalah perluasan posisi Harvest. Jika sebelumnya Harvest lebih banyak dipersepsikan sebagai jenama untuk kebutuhan perayaan dan hadiah, kini perusahaan ingin membangun relevansi yang lebih luas dalam konsumsi sehari-hari.
Perubahan serupa juga dilakukan terhadap persepsi produk. Harvest, yang selama ini dikenal terutama sebagai spesialis kue tart, ingin memperkuat posisinya sebagai bakery-patisserie dengan pilihan produk yang lebih beragam, termasuk roti dan pastry.
Dari sisi komunikasi, Harvest juga menggeser pendekatan yang sebelumnya lebih berorientasi pada produk dan penjualan menuju brand storytelling. Pendekatan tersebut diarahkan untuk membangun keterlibatan yang lebih dekat dengan gaya hidup dan keseharian pelanggan.
Untuk menopang arah baru tersebut, Harvest menetapkan empat pilar pengalaman pelanggan, yakni Really Good Products, Warm & Thoughtful Services, Cozy & Stylish Environments, serta Experiencing Something New, Always.
Really Good Products menekankan kualitas produk yang dibangun melalui kreativitas dan keahlian selama 22 tahun. Warm & Thoughtful Services menempatkan pelayanan yang hangat dan penuh perhatian sebagai bagian dari pengalaman pelanggan.
Sedangkan Cozy & Stylish Environments diarahkan untuk menciptakan ruang yang nyaman, mengundang, dan estetik. Experiencing Something New, Always menekankan pembaruan produk dan ide secara berkelanjutan sehingga pelanggan memiliki alasan untuk kembali.
âJanji baru Harvest kepada pelanggan kami hadirkan melalui empat pilar pengalaman, yaitu Really Good Products, Warm & Thoughtful Services, Cozy & Stylish Environments, serta Experiencing Something New, Always,â kata Sylvia.
Konsep Gerai Diperbarui
Transformasi Harvest juga terlihat dari pembaruan konsep gerai. Perusahaan mulai memperkenalkan desain toko yang lebih hangat, modern, nyaman, dan relevan untuk kunjungan sehari-hari.
Konsep baru tersebut pertama kali diperkenalkan melalui gerai Harvest di Pluit. Selanjutnya, konsep serupa akan diterapkan secara bertahap di lebih banyak gerai Harvest. Pembaruan pengalaman di gerai ini menjadi bagian dari strategi agar pelanggan tidak hanya datang ketika membutuhkan kue untuk perayaan, tetapi juga menjadikan gerai sebagai bagian dari aktivitas dan kebiasaan sehari-hari.
Selain lingkungan toko, Harvest juga melakukan pembaruan terhadap sejumlah produk yang telah dikenal pelanggan. Lima kue andalanâyakni Milk Chocolate, Triple Chocolate, Black Forest, Opera, dan Chocolate De Villeâmendapatkan pembaruan pada tampilan atau garnish. Meski demikian, perusahaan memastikan resep kelima produk tersebut tidak berubah.
Pembaruan dilakukan pada sentuhan akhir untuk memberikan tampilan yang dinilai lebih menarik dan elegan. Milk Chocolate, misalnya, mendapatkan glasir mengilap dengan pearl cokelat, sedangkan Triple Chocolate memperoleh sentuhan uliran cokelat premium. Pada Black Forest, pembaruan terlihat melalui siraman ceri dan krim segar.

 Contoh produk kue untuk konsumsi sehari-hari. (Dok. Harvest)
Hadirkan Croball dalam Delapan Varian
Selain memperbarui tampilan produk lama, Harvest memperkenalkan produk baru bernama Croball (Croissant Ball). Produk pastry ini dikembangkan dengan teknik artisan dan menghadirkan perpaduan tekstur renyah serta berlapis pada bagian luar dengan isian krim yang lembut. Croball dikembangkan dengan sejumlah varian rasa yang ditujukan untuk selera konsumen Asia.
Harvest menghadirkan delapan varian Croball, yakni Original, Truffle Cheese, Biscoff, Cream Cheese Scallion, Beef Floss, Dark Choco, Tiramisu, dan Lemon.
Chief Commercial Officer Harvest, Astrid Wiliandry, mengatakan bahwa Croball dan pembaruan tampilan lima kue unggulan merupakan representasi nyata dari arah baru perusahaan.
âCroball dan pembaruan garnish serta tampilan pada lima kue unggulan adalah representasi nyata dari arah baru Harvest sebagai sebuah jenama yang konsisten menjaga kualitas dan resep yang sudah dipercaya, namun terus menghadirkan cara baru untuk memberikan kejutan dan kegembiraan bagi pelanggan setiap harinya,â ujar Astrid.
Inovasi tersebut menunjukkan bagaimana Harvest berupaya mempertahankan produk yang telah menjadi bagian dari perjalanan jenama sekaligus memberikan pengalaman baru kepada pelanggan.
Ekspansi Enam Gerai dalam Enam Bulan
Rebranding ini juga akan diikuti dengan ekspansi jaringan toko. Setelah merenovasi gerai Pluit, Harvest berencana membuka enam gerai baru dalam enam bulan ke depan. Empat di antaranya merupakan standalone stores yang akan hadir di sejumlah lokasi, termasuk Kelapa Gading dan Kota Wisata di Jabodetabek, Jemur Sari di Surabaya, Yogyakarta, serta Sumatera Utara. Selain itu, Harvest akan membuka dua gerai dengan konsep baru di pusat perbelanjaan di wilayah Jabodetabek.
Ekspansi tersebut tidak berhenti pada tahun 2026. Harvest menyatakan pengembangan jaringan gerai berkonsep baru akan dilanjutkan pada 2027 untuk memperluas jangkauan pengalaman jenama kepada konsumen di berbagai daerah di Indonesia.
Sylvia menegaskan bahwa langkah besar ini menandai komitmen Harvest untuk terus melekat dengan keseharian masyarakat Indonesia.
âKami percaya bahwa kebahagiaan tidak perlu menunggu momen spesial, dan Harvest akan selalu hadir untuk menciptakan momen-momen sederhana yang berarti, satu produk, satu cerita, dalam setiap harinya,â pungkas Sylvia.
- Gaya Hidup
- Kue
- Rebranding
- bisnis kuliner
- Ekspansi Bisnis
- roti
- kuliner Indonesia
- Industri Bakery
- Harvest
- Rebranding Harvest
- Bakery Patisserie
- Pastry
- Croball
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Bikin Heboh! WNI Diduga Gabung Militer Rusia, Kemlu Turun Tangan Lakukan Verifikasi
-
Cek Kesehatan Gratis 2025: 71,4 Persen Siswa Kota Bogor Berkebugaran Rendah
-
Kualifikasi Piala Asia U-20: Garuda Muda Harus Lebih Tajam Hadapi Laos
-
Diresmikan Gubernur Pramono, RS Tria Dipa Siapkan 100 Tempat Tidur dan Layanan BPJS
-
Kementerian PU Garap 4 Proyek Pengairan di Penajam Paser Utara, Dukung Ketahanan Pangan.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.