TPA Sarimukti Terancam Penuh, Jabar Gandeng TNI Olah 1.000 Ton Sampah Jadi Solar

Jumat, 09 Okt 2026, 02:30 WIB

Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggandeng TNI Angkatan Darat (AD) untuk menyiapkan terobosan pengolahan 1.000 ton sampah lama per hari di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti menjadi bahan bakar solar menggunakan teknologi pirolisis.

Langkah tersebut disiapkan sebagai upaya mencegah ledakan sampah di kawasan Bandung Raya sekaligus mengantisipasi ancaman penuhnya TPA Sarimukti pada akhir 2026. Hal itu menjadi tantangan mengingat produksi sampah Bandung Raya mencapai sekitar 5.000 ton per hari.

Ket. Foto: Situasi pengolahan sampah di TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat. — Sumber: Antara

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman di Bandung, Kamis (8/10), mengatakan instalasi mesin pirolisis ditargetkan mulai dipasang pada akhir 2026 dan beroperasi penuh pada 2027.

Pemprov Jabar akan mendukung program tersebut melalui fasilitasi perizinan dan penyediaan akses infrastruktur yang diperlukan.

"Mudah-mudahan akhir tahun ini udah terpasang instalasinya, kemudian bisa operasional 2027, seribu ton sampah lama bisa diolah menjadi solar," ujar Herman.

Selain teknologi pirolisis dan penjajakan pengolahan sampah menggunakan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF), Pemprov Jabar bersama tim ahli Institut Teknologi Bandung (ITB) juga melakukan sejumlah rekayasa teknis untuk memperpanjang usia operasional TPA Sarimukti.

Rekayasa tersebut meliputi pemadatan (compacting) di Zona 5 serta pembangunan gravity wall di sisi selatan dan timur TPA.

“Tidak boleh ada ledakan sampah di Bandung Raya. Mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus kerja keras semuanya. Sudah kami perkirakan akhir tahun ini Sarimukti penuh. Kami sudah cek lapangan. Tentu kami tidak bisa membiarkan itu,” ucap Herman.

Upaya penanganan juga dilakukan dari sisi hulu dengan mengurangi sampah yang masuk ke TPA. Pemprov Jabar mengerahkan 25.000 mahasiswa untuk turun ke permukiman, hotel, dan pusat kuliner di Bandung Raya mulai Oktober 2026.

Para mahasiswa tersebut akan mendampingi masyarakat dan pelaku usaha dalam melakukan pemilahan sampah. Program itu dikaitkan dengan konversi 10 satuan kredit semester (SKS).

Rangkaian strategi dari sisi hulu hingga hilir tersebut diproyeksikan dapat menjaga ketahanan operasional TPA Sarimukti hingga akhir 2029.

Setelah itu, pengelolaan sampah Bandung Raya diharapkan beralih dengan dukungan fasilitas Waste to Energy TPPAS Legok Nangka yang ditargetkan beroperasi penuh pada 2030.

  • Pemprov Jabar

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.