SUSTAIN: Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi Jangan Cuma Jadi Tambahan Birokrasi, Harus Jadi Game Changer
📅 Jumat, 09 Okt 2026, 12:26 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA – Pembentukan Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi harus jadi momentum bereskan benang kusut transisi energi. Bukan sekadar tambah kursi menteri.
Yayasan Kesejahteraan Berkelanjutan Indonesia (SUSTAIN) menilai kehadiran Kemenko baru ini harus akhiri ego sektoral yang selama ini jadi penghambat.
"Jangan cuma jadi tambahan struktur birokrasi. Harus jadi game changer," kata Direktur Eksekutif SUSTAIN, Tata Mustasya, Jumat (9/10/2026).
Menurut Tata, tugas utama Kemenko ini ada tiga: ngawinin industri dengan energi bersih, beresin perizinan yang ruwet, dan cari duit buat danai transisi.
SUSTAIN soroti 3 agenda strategis yang harus segera jalan:
Sebaiknya Anda baca juga:
1. Beresin Rantai Pasok Industri Hijau, Jangan Setengah-Setengah
Selama ini aneh. Di satu sisi kita teriak hilirisasi baterai mobil listrik, di sisi lain industri hilirisasinya masih nyolok ke PLTU batu bara captive.
Kemenko harus harmonisasi kebijakan. Pastikan industri strategis kayak baterai EV, panel surya, sampai manufaktur komponen energi terbarukan dapat listrik bersih yang stabil dan murah.
Targetnya dua: pertama, transisi energi harus ciptakan lapangan kerja lewat industri rantai pasok dalam negeri yang bisa ekspor. Kedua, dekarbonisasi industri biar produk kita laku di pasar global yang makin minta produk hijau, mulai dari data center, pupuk, baja, aluminium, sampai tekstil.
2. Sederhanakan Izin, Tapi Jangan Tabrak Hak Warga
Investor energi terbarukan sering pusing bukan karena teknologi, tapi karena izinnya muter-muter di ESDM, Perindustrian, dan BKPM.
Kemenko harus jadi tukang gebrak, percepat perizinan infrastruktur energi terbarukan. Tapi catatannya, cepat bukan berarti serampangan.
Prinsip FPIC (Free, Prior, and Informed Consent) dan safeguard lingkungan-sosial harus tetap jadi syarat wajib. Jangan sampai transformasi hijau malah gusur hak masyarakat.
3. Kasih Sinyal Jelas ke Investor Lewat Kebijakan Fiskal
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!