Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sulap 1.000 Ton Sampah Jadi Solar, Pemprov Jabar Gandeng TNI AD Cegah Bencana Sampah

📅 Jumat, 09 Okt 2026, 02:22 WIB | Oleh:
Sulap 1.000 Ton Sampah Jadi Solar, Pemprov Jabar Gandeng TNI AD Cegah Bencana Sampah Doc: ANTARA/HO Pemprov Jabar
Ket. Situasi pengolahan sampah di TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.

BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menggandeng TNI Angkatan Darat (AD) untuk mematangkan terobosan bersama  guna mengolah 1.000 ton sampah lama per hari di TPA Sarimukti menjadi bahan bakar solar dengan menggunakan teknologi pirolisis sekaligus upaya mencegah ledakan darurat sampah di kawasan Bandung Raya.

Langkah strategis berteknologi tinggi tersebut disiapkan untuk menyiasati ancaman penuhnya TPA Sarimukti pada akhir 2026, sembari menampung produksi sampah Bandung Raya yang mencapai 5.000 ton setiap harinya.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman di Bandung, Kamis (8/10), membeberkan instalasi mesin pirolisis ditargetkan mulai dipasang akhir 2026 dan beroperasi penuh pada 2027 dengan dukungan fasilitasi perizinan serta akses infrastruktur dari Pemprov Jabar.

"Mudah-mudahan akhir tahun ini udah terpasang instalasinya, kemudian bisa operasional 2027, seribu ton sampah lama bisa diolah menjadi solar," ujar Herman.

Herman menegaskan selain pengolahan pirolisis dan penjajakan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF), Pemprov Jabar bersama tim ahli Institut Teknologi Bandung (ITB) melakukan rekayasa teknis pemadatan (compacting) di Zona 5 serta pembangunan gravity wall di sisi selatan dan timur untuk memperpanjang usia operasional TPA.

“Tidak boleh ada ledakan sampah di Bandung Raya. Mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus kerja keras semuanya. Sudah kami perkirakan akhir tahun ini Sarimukti penuh. Kami sudah cek lapangan. Tentu kami tidak bisa membiarkan itu,” ucap Herman.

Untuk menekan timbunan sampah dari hulu, Pemprov Jabar juga turut mengerahkan 25.000 mahasiswa yang ditargetkan turun ke pemukiman, hotel, dan pusat kuliner di Bandung Raya mulai Oktober 2026 untuk mendampingi pemilahan sampah dengan konversi 10 satuan kredit semeter (SKS).

Rangkaian strategi hilir-hulu ini diproyeksikan mampu menjaga ketahanan operasional TPA Sarimukti hingga akhir 2029, sebelum fasilitas Waste to Energy TPPAS Legok Nangka resmi beroperasi penuh pada 2030.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
Megapolitan
Bogor Siapkan Bansos untuk ...
Megapolitan
Keluarga Didorong Jadi Moto...

AI Dimanfaatkan untuk Atasi Kekumuhan

44 menit yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
AI Dimanfaatkan untuk Atasi...
Advertisement
Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.