Mandalika Kunci Arah Gelar MotoGP 2026

Jumat, 09 Okt 2026, 07:18 WIB

MANDALIKA - Pertarungan menuju gelar MotoGP 2026 memasuki fase paling mendebarkan. Setelah 16 seri Grand Prix, jarak antara dua pembalap teratas hanya tersisa dua poin. Ini selisih terkecil dalam sejarah kejuaraan pada tahap ini. Marc Marquez dari tim Ducati kini membayangi Jorge Martin dari Aprilia Racing. Sedangkan Marco Bezzecchi masih menunggu celah untuk ikut mengguncang persaingan.

Momentum yang sebelumnya berada di tangan Martin berbalik setelah MotoGP Jepang. Usai GP Austria, Martin datang ke Motegi dengan keunggulan 12 poin atas Marquez. Namun, 37 poin yang dikumpulkan Marquez dari Sprint dan balapan utama memangkas jarak tersebut menjadi hanya dua angka.

Ket. Foto: Pembalap Aprilia Racing Jorge Martin (tengah) dan Marco Bezzecchi (kanan) bersama pembalap Ducati Lenovo Team Marc Marquez (kiri) menjawab pertanyaan saat sesi konferensi pers menjelang MotoGP Mandalika 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, KEK Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Kamis (8/10). — Sumber: ANTARA/Fikri Yusuf

Kini, panggung berpindah ke Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika akhir pekan ini. Mandalika menjadi salah satu titik lemah Marquez. Statistik pembalap nomor 93 itu di Lombok sulit diabaikan. Dia belum pernah menyentuh garis finis dalam balapan Grand Prix Indonesia. Bahkan, dua kali dia meninggalkan Mandalika dalam kondisi cedera.

Musim 2022 menjadi kunjungan pertamanya. Marquez mengalami kecelakaan highside keras di Tikungan 7 pada sesi Warm Up hingga harus absen di GP Indonesia dan putaran berikutnya di Argentina. Setahun kemudian, dua kecelakaan pada hari Sabtu dan Minggu membuatnya pulang tanpa poin.

Nasib sedikit membaik pada tahun 2024. Marquez meraih podium ketiga dalam Sprint, tetapi kembali gagal menyelesaikan balapan utama akibat masalah teknis. Tahun lalu, ketika datang sebagai juara dunia, petaka kembali menghampiri. Kontak dengan Bezzecchi di lap pertama di Tikungan 7 membuat keduanya terlempar ke gravel dan mengakhiri penampilan Marquez.

Namun, sejarah buruk itu kini berhadapan dengan versi Marquez yang sedang berada dalam performa terbaik. Dia telah meraih enam kemenangan dalam sembilan putaran terakhir.

Martin, sebaliknya, memiliki modal kuat di Mandalika. Dia memenangi GP Indonesia 2024 dan finis kedua pada tahun 2023. Karakter trek yang cocok dengan Aprilia juga membuat pembalap Spanyol itu menjadi favorit untuk mempertahankan posisi puncak. Persoalannya, Martin absen di Mandalika musim lalu setelah mengalami patah tulang selangka kanan di Jepang.

“Saya belum pernah menyelesaikan balapan di sana. Saya memang agak kurang beruntung,” ujar Marquez. “Tahun lalu di Sprint saya merasa cukup baik meski terkena Long Lap Penalty. Kita lihat saja nanti. Sejak Aragon, feeling saya terhadap motor sangat bagus,” sambungnya.

Persaingan juga belum boleh menghapus nama Bezzecchi. Dia memang tertinggal 49 poin dari Martin, tetapi konsisten naik podium dalam empat dari lima balapan utama terakhir. Musim MotoGP kerap berubah hanya dalam satu akhir pekan, dan Mandalika adalah kesempatan besar bagi pembalap Aprilia itu.

Di belakang mereka, Pedro Acosta dan Alex Marquez berambisi mengulang performa podium tahun lalu, sementara Enea Bastianini datang dengan modal ritme luar biasa di fase akhir GP Jepang. Fermin Aldeguer, pemenang Mandalika 2025, juga berpeluang kembali membuat kejutan.

Fabio Di Giannantonio, Fabio Quartararo, Francesco Bagnaia hingga Luca Marini turut mengincar hasil besar. Quartararo dan Alex Rins bahkan memiliki pengalaman kompetitif di Mandalika, sedangkan Bagnaia masih mencari podium setelah tujuh Grand Prix tanpa finis tiga besar. ben/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.