Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

ICRAF Rilis Laporan Kerentanan Krisis Iklim di Seluruh Wilayah Sulawesi Selatan

📅 Jumat, 09 Okt 2026, 02:05 WIB | Oleh:
ICRAF Rilis Laporan Kerentanan Krisis Iklim di Seluruh Wilayah Sulawesi Selatan Doc: ANTARA/Nur Suhra Wardyah
Ket. Penutupan giat Land4Lives oleh ICRAF di Makassar, Kamis (8/10/2026).

MAKASSAR - Lembaga penelitian International Centre for Research in Agroforestry (ICRAF) merilis laporan bahwa setiap daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel) memiliki kerentanan terhadap perubahan iklim atau krisis iklim yang terjadi.

Sejak 2021, ICRAF yang didanai Pemerintah Kanada telah menjalankan program Land4Lives di Sulawesi khususnya wilayah hulu-hilir dan Daerah Aliran Sungai/DAS Bila Walanae Kabupaten Bone, Sulsel dan sebagainya.

"Tidak ada satu daerah yang dapat disebut sebagai wilayah paling prioritas karena bentuk kerentanan iklim di setiap daerah berbeda," ujar Direktur ICRAF Indonesia Andree Ekadinata pada Penutupan giat Land4Lives di Makassar, Kamis.

Berdasarkan temuan ICRAF, wilayah pesisir Sulawesi Selatan memiliki tingkat kerentanan terhadap perubahan iklim yang cukup tinggi. Hal itu berkaitan dengan karakter Sulawesi Selatan yang memiliki garis pantai panjang dan melengkung.

Hanya saja, menurut Andree, penanganan perubahan iklim tidak dapat dilakukan secara parsial berdasarkan wilayah administrasi. Kondisi di wilayah hilir sangat dipengaruhi oleh berbagai hal yang terjadi di kawasan hulu. Karena itu, diperlukan kerja sama antarkabupaten, terutama antara wilayah hulu dan hilir.

"Paling penting adalah pemerintah memahami karakter kerentanan masing-masing wilayah dan menentukan bentuk intervensi yang sesuai," katanya.

Andree menilai tantangan terbesar dalam menangani perubahan iklim adalah kompleksitas persoalan yang tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Karena itu, dibutuhkan strategi multi pihak yang melibatkan pemerintah, akademisi, masyarakat sipil, petani, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Ia mengatakan setiap pihak memiliki kontribusi yang berbeda. Pemerintah dapat membangun kebijakan yang mendukung ketahanan iklim, sementara petani memiliki pengetahuan lokal yang penting untuk dikembangkan dan direplikasi.

Lebih lanjut ia mengatakan akademisi juga berperan mengembangkan pengetahuan tersebut agar dapat menjadi referensi yang lebih luas.

Maka dari itu, ICRAF merekomendasikan tiga langkah utama bagi Sulawesi Selatan dalam mengelola bentang lahan.

Pertama, mempertahankan fungsi lahan yang masih baik. Kedua, memulihkan bagian lahan yang telah mengalami kerusakan. Ketiga, memanfaatkan lahan secara bijaksana.

Ketiga langkah tersebut telah dituangkan dalam peta intervensi yang diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Peta tersebut memuat wilayah yang perlu dipulihkan, dipertahankan, maupun dimanfaatkan secara bijaksana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
Megapolitan
Bogor Siapkan Bansos untuk ...
Megapolitan
Keluarga Didorong Jadi Moto...

AI Dimanfaatkan untuk Atasi Kekumuhan

45 menit yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
AI Dimanfaatkan untuk Atasi...
Advertisement
Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.