65 RS di Jabar Bersatu, Warga Tetap Bisa Akses Layanan Medis Darurat

Jumat, 09 Okt 2026, 02:15 WIB

Bandung - Sebanyak 65 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) se-Jawa Barat, rumah sakit rujukan pemerintah pusat, serta rumah sakit swasta resmi menyepakati kerja sama jejaring layanan kesehatan untuk menjamin kemudahan akses medis dan penanganan pembiayaan bagi masyarakat Jawa Barat.

Melalui kerja sama lintas daerah dan lintas sektor tersebut, masyarakat Jawa Barat tetap dapat mengakses pelayanan medis darurat di rumah sakit mana pun, termasuk ketika berada di luar wilayah administrasi maupun menghadapi kendala terkait status kepesertaan BPJS Kesehatan.

Ket. Foto: Penandatanganan kerja sama jejaring layanan kesehatan RSUD hingga RS swasta yang disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Kantor Wali Kota Depok, Rabu (7/10). — Sumber: Antara

"Kesepakatan kerja sama ini merupakan komitmen bersama agar kendala administratif tidak menghambat penanganan pasien. Negara harus hadir ketika rakyat mengalami kesusahan. Kita tidak boleh membiarkan rakyat kita dalam keadaan susah, sedangkan kita seolah-olah tidak tahu," kata Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam keterangannya di Bandung, Kamis (8/10).

Dedi mengatakan kesepakatan tersebut juga menuntut pemerintah kabupaten/kota dan pihak rumah sakit membangun sistem pemantauan yang mampu merespons secara cepat keluhan masyarakat di lapangan, termasuk informasi yang disampaikan melalui media sosial.

Berdasarkan keterangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kerja sama jejaring layanan kesehatan tersebut resmi dilakukan setelah penandatanganan yang disaksikan langsung oleh Dedi Mulyadi di Kantor Wali Kota Depok, Rabu (7/10).

Jejaring tersebut mencakup sejumlah rumah sakit rujukan utama milik pemerintah pusat, yakni Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, RSUP Dr Hasan Sadikin Bandung, dan RSUP Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Kerja sama juga melibatkan sejumlah rumah sakit rujukan khusus tingkat nasional, antara lain RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, RS Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita, RS Kanker Dharmais, RS Mata Cicendo, RS Penyakit Infeksi Prof Dr Sulianti Saroso, RS Jiwa Dr H Marzoeki Mahdi, RS Paru Dr M Goenawan Partowidigdo, dan RS Paru Dr H A Rotinsulu.

Dari sektor swasta dan nonpemerintah, jejaring layanan kesehatan tersebut diperkuat oleh Santosa Hospital Bandung Central, Santosa Hospital Bandung Kopo, serta RS Khusus Ginjal Ny RA Habibie.

Kerja sama ini diharapkan memperkuat koordinasi antarrumah sakit sekaligus memastikan masyarakat memperoleh penanganan medis secara cepat tanpa terhambat persoalan administratif, terutama dalam kondisi darurat.

  • Pemprov Jabar

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.