Trump Soroti Kematian Pekerja Laboratorium Rusdia, Bantah Dugaan Senjata Biologis
📅 Kamis, 08 Okt 2026, 03:05 WIB | Oleh: Tim PenulisRussia baru merespons pada Selasa dengan menyatakan tidak ada kasus wabah pes yang dilaporkan di wilayah Irkutsk. Pemerintah Russia juga menyebut sekitar 200 orang yang melakukan kontak dengan pihak terkait telah menjalani karantina.
Menurut Tedros, WHO telah meminta informasi mengenai pemeriksaan laboratorium terhadap korban, orang-orang yang melakukan kontak dengannya, serta kondisi kesehatan mereka.
“Kami belum memiliki gambaran lengkap mengenai peristiwa ini sehingga belum dapat melakukan penilaian risiko secara menyeluruh,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa penyampaian informasi yang tepat waktu, lengkap, dan transparan sesuai dengan peraturan internasional sangat penting untuk mengklarifikasi laporan yang saling bertentangan serta memungkinkan penilaian yang akurat terhadap potensi risiko bagi kesehatan masyarakat.
Tidak Terbukti
Sementara itu, pejabat WHO Maria Van Kerkhove mempertanyakan penyebab kematian perempuan tersebut apabila dugaan wabah pes paru-paru tidak terbukti.
“Jika wabah pes paru-paru dapat disingkirkan sebagai penyebabnya, lalu sebenarnya apa yang menyebabkan perempuan itu meninggal?” ujarnya.
Van Kerkhove mengatakan WHO ingin mengetahui jenis pemeriksaan yang telah dilakukan, rincian hasilnya, serta analisis lanjutan yang sedang dikerjakan apabila penyebab kematian belum diketahui.
WHO juga meminta penjelasan mengenai orang-orang yang dikarantina atau dipantau setelah melakukan kontak dengan korban, termasuk prosedur yang diterapkan dan apakah masa karantina mereka telah berakhir.
Ketika ditanya apakah Moskow seharusnya memberikan lebih banyak informasi, Van Kerkhove menjawab, “Jawaban sederhananya selalu: ya.”
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!