Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tertinggal Terus, Itulah Nasib Peternak, Termasuk Soal Pakan Ayam

📅 Kamis, 08 Okt 2026, 13:21 WIB | Oleh:
Tertinggal Terus, Itulah Nasib Peternak, Termasuk Soal Pakan Ayam Doc: ist
Ket. perlu subsidi pakan

JAKARTA – Untuk subsidi industri besar seperti kendaraan lebih cepat diputuskan. Ini berbeda dengan subsidi pakan ternak ayam, dari dulu hingga kini ternyata baru mau dikaji.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan pemerintah tengah mengomunikasikan kemungkinan pemberian subsidi untuk pakan ayam sebagai salah satu upaya mengatasi tingginya harga pakan ayam yang membebani peternak.

Pernyataan tersebut disampaikan Budi merespons keluhan peternak yang tergabung dalam Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Petelur Nasional (PPN) mengenai lonjakan harga pakan ayam yang meningkatkan biaya operasional peternakan.

“Kita sekarang lagi komunikasikan, kita akan cari solusinya segera,” ujar Budi di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, tingginya harga minyak menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi harga pakan. Pemerintah, kata dia, akan mengambil langkah agar harga pakan ayam tetap terjangkau bagi peternak.

Budi menjelaskan opsi subsidi untuk pakan ayam masih dalam tahap pembahasan dan belum ada keputusan mengenai skema yang akan diterapkan.

Sebelumnya, pemerintah juga sudah mengumumkan pemberian subsidi untuk impor kedelai bagi perajin tahu dan tempe sebesar Rp2.000 kilogram.

Para peternak yang tergabung dalam Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Petelur Nasional (PPN) mendatangi Komisi IV DPR RI di Jakarta, Rabu (7/10).

Mereka mengeluhkan kelangkaan serta lonjakan harga jagung dan bungkil kedelai yang merupakan bahan baku utama pakan.

Perwakilan PPN Suardi menjelaskan, jagung dan bungkil kedelai menyumbang porsi besar dalam pakan ayam petelur, yakni masing-masing 50 persen dan 25 persen dari total biaya produksi.

Menurut Suardi, harga bungkil kedelai yang semula normal di kisaran Rp7.200–Rp7.500 per kilogram, kini melonjak drastis hingga menyentuh Rp9.900–Rp10.000 per kilogram.

Adapun harga telur ayam ras segar di tingkat konsumen mencapai Rp29.750 per kilogram, sedangkan harga di tingkat produsen Rp25.600 per kilogram, menurut Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional Bank Indonesia pada 8 Oktober.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...

Cegah Stunting, Dinkes Baubau Manfaatkan Aplikasi REMILA

21 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
Cegah Stunting, Dinkes Baub...
Nasional
Kapolda Metro Jaya Minta Po...
Nasional
Wamentan Muhammad Saleh Mus...
Advertisement
Apakah Termasuk Pemain Tambahan yang Akan Direktrut untuk Piala Asia 2027? Taisei Marukawa Selangkah Lagi Jadi WNI

Apakah Termasuk Pemain Tambahan yang Akan Direktrut untuk Piala Asia 2027? Taisei Marukawa Selangkah Lagi Jadi WNI

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.